Libur Natal dan Tahun Baru biasanya identik dengan kumpul keluarga, makan enak, dan rebahan tanpa mikir urusan administrasi. Tapi buat sebagian orang, libur panjang justru jadi waktu yang pas buat beresin hal-hal penting yang selama hari kerja selalu ketunda. Itu juga yang dilakukan Budi Suryantoro, pria 62 tahun, yang memanfaatkan libur Nataru untuk mengambil sertifikat tanahnya yang sudah lama ditunggu.

Di tengah libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional ternyata tetap membuka layanan pertanahan. Layanan ini dibuka pada 25–26 Desember 2025 serta 1 Januari 2026. Kebijakan ini memang ditujukan buat masyarakat yang di hari biasa susah meluangkan waktu ke kantor pertanahan karena kerja atau urusan lain.

Sekretaris Jenderal Kementerian ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, menjelaskan bahwa Kantor Pertanahan tetap siap melayani, mulai dari sekadar memberikan informasi, menerima pendaftaran layanan, sampai menyerahkan produk pertanahan yang sudah selesai diproses. Menurutnya, momen libur justru sering jadi waktu yang ideal karena masyarakat sedang lebih santai dan punya waktu luang. Jadi, daripada menunda lagi, kenapa nggak sekalian dibereskan.

Ada tiga jenis layanan utama yang tetap berjalan selama libur Nataru. Pertama, layanan informasi soal administrasi pertanahan. Kedua, penerimaan pendaftaran untuk pemeliharaan data pertanahan. Ketiga, penyerahan sertifikat atau produk pertanahan lain yang prosesnya sudah rampung. Artinya, meski tanggal merah, urusan tanah tetap bisa jalan.

Kesempatan ini langsung dimanfaatkan Budi. Pada Kamis, 25 Desember 2025, ia datang ke Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Selatan sekitar pukul 10 pagi. Tujuannya satu: mengambil sertifikat tanah hasil pemecahan bidang yang ia urus sejak pertengahan November 2025. Informasi soal kantor yang tetap buka ia dapat dari anaknya, yang melihat pengumuman di media sosial resmi Kementerian ATR/BPN.

Awalnya Budi mengaku cuma ingin memastikan apakah kantor benar-benar buka atau tidak. Tapi begitu sampai, ia langsung dilayani tanpa ribet. Sertifikat tanah yang ditunggu akhirnya bisa ia pegang di tengah suasana libur akhir tahun.

Budi juga membandingkan pengalamannya kali ini dengan pengurusan di masa lalu. Menurutnya, pelayanan sekarang terasa lebih lancar dan rapi. Dulu sempat ada kendala, tapi kali ini prosesnya jauh lebih baik. Ia berharap kualitas pelayanan seperti ini bisa terus dipertahankan ke depannya.

Di saat banyak orang fokus liburan, kisah Budi jadi contoh bahwa libur Nataru juga bisa dimanfaatkan buat beresin urusan penting. Selama layanan masih dibuka, masyarakat yang ingin konsultasi atau mengambil sertifikat tanah masih punya kesempatan untuk datang langsung ke Kantor Pertanahan tanpa harus menunggu hari kerja.

Disadur dari kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× #WAAjaDulu