Menjelang tutup tahun, dunia properti biasanya kayak ruang tunggu bandara. Semua duduk, nunggu giliran, sambil nebak-nebak: proyek ini bakal jalan apa delay lagi. Ada yang pede, ada yang waswas, ada juga yang sok santai bilang, “tenang aja, nanti juga gerak sendiri.”

Dalam obrolannya bareng BisnisProperti.ID, Daeng Masiga—praktisi digital marketing properti sekaligus pemateri REDFormation—ngajak pelaku industri buat ngeliat 2026 dengan cara yang lebih realistis.

Bukan cuma berharap pasar membaik, tapi benar-benar paham apa yang bisa dikendalikan dan apa yang enggak. Diskusi ini berangkat dari materi KOPDAR, lalu melebar ke soal pasar, data, algoritma, dan satu hal penting yang sering kelewat: kesiapan.

Pilar Marketing Properti

Menurut Daeng, marketing properti dari dulu selalu berdiri di dua kaki: fundamental dan teknikal. Fundamental itu urusan makro—ekonomi, daya beli, stabilitas politik—hal-hal besar yang sering jadi obrolan bapak-bapak di pos ronda.

Properti itu sensitif. Sedikit aja ekonomi goyang, efeknya langsung kerasa. Daeng ngingetin masa 2010–2012, waktu ekonomi tumbuh di kisaran 6 persen. Jualan properti terasa enteng. Buka proyek, langsung banyak yang nyaut. Tapi setelah ekonomi melambat ke 4–5 persen, semuanya berubah. Strategi lama mulai kedaluwarsa.

Krusialnya Faktor Teknikal

Masalahnya, banyak pelaku properti kebablasan nyalahin kondisi. Padahal di situlah peran faktor teknikal. Saat daya beli turun, tugas marketer bukan ngeluh, tapi nguatkan daya jual. Teknikal ini luas: cara ngemas produk, alur bisnis, kreativitas marketing, sampai disiplin eksekusi. Sayangnya, masih banyak yang milih nunggu kondisi ideal, padahal yang bisa dibenerin justru ada di dapur sendiri.

Data itu Penting

Salah satu poin paling ditekankan Daeng adalah soal data. Prediksi bahwa 2025 bukan tahun mudah itu bukan tebak-tebakan. Itu hasil baca data pasar, termasuk laporan Indonesia Property Watch yang nunjukin penurunan penjualan dari akhir 2024 ke awal 2025. Data ini terbuka dan gratis. Artinya, semua bisa belajar. Dengan data, keputusan bisnis jadi lebih rasional: lanjut proyek, rem dulu, atau ganti strategi biar enggak nyangkut di tengah jalan.

Kiprah Dunia Properti 2025

Masuk pertengahan 2025, arah mulai berubah. Setelah peristiwa besar Agustus 2025, kebijakan ekonomi mulai condong ke properti. Ada perpanjangan PPN DTP, rencana hapus BPHTB, sampai dukungan pembiayaan. Dampaknya pelan tapi kelihatan. Data sampai kuartal III 2025 nunjukin penjualan naik bertahap. Belum meledak, tapi arahnya jelas. Buat Daeng, ini bukan alasan buat euforia, tapi tanda buat siap-siap.

Prinsip Pemasaran

Di tengah perubahan, prinsip lama masih kepakai. Follow the crowd, follow the money. Enggak ada penjualan tanpa leads, dan enggak ada output tanpa input. Banyak yang sibuk ngejar closing, tapi lupa bangun opening. Proses bisnis tetap kunci.

Lanskap Digital Marketing

Yang benar-benar berubah itu medan tempurnya. Marketing properti sekarang hidup di arena algoritma. Dari marketplace ke social commerce, sampai perang atensi di media sosial. Konten jadi pusat segalanya. Konsumen ketemu produk karena relevansi, bukan kebetulan. AI main di dua sisi: bantu platform dan juga dipakai pelaku properti.

Strategi Digital Marketing

META Ads masih penting, tapi sejak perubahan algoritma 2025, iklan makin mahal dan menuntut strategi baru. Solusinya bukan cuma nambah budget, tapi paham cara algoritma baca niat orang dan nyocokin dengan konten.

Prospek Bisnis Properti Tahun 2026

Menghadapi 2026, Daeng milih realistis. 2026 belum tentu jadi tahun kebangkitan, tapi tren positif sudah mulai muncul. 2026 soal pilihan: bersiap atau ketinggalan, seperti kata pepatah, keberuntungan adalah kesiapan yang bertemu kesempatan.

Kalau stabilitas terjaga dan pelaku siap dari sekarang—benahin penawaran, proses, dan sumber leads—peluangnya besar. Di properti, yang bertahan bukan yang paling berharap, tapi yang paling siap.

Disadur dari bisnisproperti.id


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× #WAAjaDulu