Kalau liburan ke Jogja, rasanya sayang banget kalau cuma fokus ke jalan-jalan doang tanpa sempat kulineran. Selain terkenal murah dan enak, Jogja juga punya banyak tempat makan kambing yang legit abis. Buat yang lagi lapar habis keliling kota, sate kambing bisa jadi penyelamat paling aman.

Apalagi ada satu kawasan yang memang jadi surga pecinta kambing, yaitu Jalan Imogiri Timur. Sepanjang jalan ini, warung sate berjejer dan bikin siapa pun gampang tergoda buat mampir. Dari sate klathak sampai tengkleng jumbo, pilihannya banyak banget.

Sate Kambing Samirono, Legendaris dan Buka 24 Jam

Warung yang satu ini ada di Jalan Colombo, Caturtunggal, Depok, Sleman, dan jadi salah satu spot legendaris di Jogja. Lokasinya dekat UNY dan buka 24 jam nonstop, jadi cocok banget buat yang lapar kapan aja.

Menu kambingnya lengkap banget, mulai dari sate kambing biasa, sate tanpa lemak, sate buntel, kambing guling, gulai, tongseng, tengkleng, sampai nasi goreng kambing. Rasanya juga terkenal konsisten walau udah berdiri puluhan tahun.

Sate Kambing Pak Dakir, Ada Nasi Goreng Pliket yang Unik

Pak Dakir juga nggak kalah terkenal. Warung ini udah berdiri lebih dari 50 tahun dan punya menu khas yang beda dari yang lain, yaitu nasi goreng pliket. Nama pliket diambil dari tekstur nasi goreng yang dicampur sumsum kambing, jadi rasanya gurih dan agak lengket.

Lokasinya strategis banget di Jl. HOS Cokroaminoto, nggak jauh dari Nol Kilometer Jogja. Selain sate dan gulai, ada sate hati, sate bumbu, dan tongseng kambing. Uniknya lagi, sate di sini disajikan pakai tusuk bambu dengan porsi lima tusuk.

Sate Klathak Pak Pong, Ikon Kuliner Jejeran

Kalau ngomongin sate klathak, nama Pak Pong hampir pasti langsung muncul. Warung ini paling terkenal di kawasan Jejeran dan sempat makin booming setelah diliput Bondan Winarno.

Ciri khasnya ada di cara masak yang unik, yaitu pakai jeruji besi sepeda sebagai tusuk sate. Bumbunya simpel, cuma garam dan lada, tapi rasa gurih kambing mudanya nendang banget. Selain sate, menu kicik juga wajib dicoba karena rasanya mantap.

Sate Petir Pak Nano, Cocok Buat Pecinta Pedas

Buat yang suka pedas, Sate Petir Pak Nano bisa jadi pilihan paling pas. Lokasinya ada di Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul. Disebut “petir” karena sambalnya banyak banget dan pedasnya gila.

Warung ini punya level pedas dari PAUD sampai Profesor. Menunya nggak cuma sate, tapi juga tongseng kepala kambing, kikil, jeroan, sampai otak kambing. Cocok buat yang pengen makan kambing sambil keringetan.

Tengkleng Gadjah, Porsinya Jumbo

Kalau pengen menu kambing yang lebih nendang, Tengkleng Gadjah wajib dicoba. Porsinya besar banget, makanya disebut gadjah. Lokasinya di Sleman dan sering jadi tujuan kulineran bareng keluarga atau teman.

Tengkleng Hohah

Tengkleng Hohah punya kesan lebih muda dan santai. Didirikan oleh Saptuari Sugiharto, tempat ini dikenal dengan rasa pedas dan porsi kingkong yang bisa dimakan rame-rame.

Tengkleng Bhenjoyo

Sementara Tengkleng BhenJoyo di Jalan Parangtritis menyajikan tengkleng khas Solo tanpa santan. Uniknya, kita bisa pilih isian kambing sendiri, mulai dari lidah, otak, telinga, sampai jantung.

Dari sate klathak sampai tengkleng jumbo, Jogja memang nggak pernah kehabisan kuliner kambing yang bikin nagih. Buat yang lagi liburan, tujuh tempat ini bisa banget jadi agenda makan wajib sebelum pulang.

Disadur dari jogjakartour.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× #WAAjaDulu