Dapur tuh bukan cuma tempat masak, tapi juga sering jadi pusat aktivitas keluarga. Makanya, banyak orang pengin dapurnya nggak cuma enak dilihat tapi juga nyaman dipakai. Nah, masalahnya, ada beberapa tren lama yang dulu hits banget, tapi sekarang dianggap udah basi dan kurang cocok sama kebutuhan zaman sekarang.
1. Ubin putih
Dulu, ubin putih jadi favorit karena bikin dapur keliatan bersih dan luas. Tapi menurut desainer Thea Bloch-Neal, udah saatnya move on. Daripada putih polos, mending pilih warna soft kayak biru muda, hijau pucat, atau krem. Selain bikin dapur lebih hangat, juga kasih sentuhan personal biar suasana nggak monoton.
2. Microwave di atas kompor
Posisi microwave di atas kompor dulu praktis banget, tapi sekarang dianggap nggak ideal. Desainer Janelle B. Photopoulos bilang, area atas kompor itu fokus utama dapur, jadi sayang kalau dipakai naruh microwave yang nggak estetik. Lebih baik ditaruh di bawah meja atau area lain yang nggak terlalu mencolok. Hasilnya dapur jadi rapi dan ergonomis.
3. Rak terbuka
Rak terbuka pernah booming karena bisa jadi pajangan, tapi ternyata ribet banget. Kata desainer Julia Rose, rak model begini gampang kotor, cepat berantakan, dan bikin pusing kalau nggak rajin beberes. Alternatifnya, pakai lemari kaca beralur. Tampilannya tetap kece kayak rak terbuka, tapi lebih gampang dirawat.
Posisi dapur di rumah
Dulu, dapur selalu di belakang rumah biar nggak kelihatan tamu. Sekarang, posisinya fleksibel: bisa di depan, samping, bahkan nyatu sama ruang keluarga. Alasannya biar lebih praktis. Menurut pengamat arsitektur Aditya W Fitrianto, letak dapur sekarang ngikutin gaya hidup dan kebutuhan pemilik rumah.
Kalau dapur di depan, ada beberapa keuntungan. Pertama, belanjaan bisa langsung masuk dapur tanpa ribet lewat ruang keluarga. Kedua, tamu yang mau bantu masak juga gampang akses. Ketiga, privasi keluarga lebih terjaga karena ruang tamu dan kamar tetap aman dari lalu-lalang orang. Plus, dapur di depan biasanya lebih gampang buang asap masakan karena dekat area terbuka.
Dapur modern
Sekarang banyak orang justru bangga pamer dapur. Desainnya rapi, estetik, pakai peralatan canggih, kabinet minimalis, sampai pencahayaan hangat. Konsep open kitchen juga bikin dapur jadi tempat nongkrong bareng keluarga atau teman, bukan cuma ruang kerja buat masak.
Warisan lama
Meski tren baru makin populer, tradisi lama naruh dapur di belakang masih ada. Misalnya di rumah Joglo, dapur ada di belakang biar asap tungku nggak ganggu tamu. Rumah Gadang malah punya dapur terpisah dari bangunan utama. Di Toraja, dapur ada di bangunan khusus yang juga dipakai buat awetkan hasil panen. Menurut Aditya, kebiasaan ini terbentuk karena masak tradisional butuh ruang besar dan alat masak sederhana.
Jadi intinya, dapur zaman sekarang udah berevolusi. Dari yang dulu “disembunyiin” di belakang, sekarang bisa jadi pusat gaya sekaligus tempat kumpul keluarga.
Disadur dari kompas.com
0 Comments