Kemiringan atap genteng itu penting banget, loh, buat kenyamanan rumah dan agar atap gak gampang bocor. Kalau kemiringannya gak sesuai, bisa bikin air gak lancar mengalir dan bahkan merusak struktur bangunan. Biasanya, kemiringan atap diukur pake rasio, yaitu perbandingan antara kenaikan vertikal atap dan panjang horizontal 12 inci. Jadi, kalau ada yang bilang kemiringan 4/12, itu artinya atap naik 4 inci tiap 12 inci horizontal. Semakin besar angkanya, makin curam atapnya.

Nah, ada 4 jenis kemiringan atap yang biasa dipake di rumah-rumah, yaitu:

  1. Kemiringan 4/12 (18,4 derajat)
    Atap ini landai banget dan mudah diinjak. Karena kemiringannya gak curam, biaya dan material yang dibutuhin jadi lebih sedikit. Cocok buat daerah yang cuacanya gak terlalu ekstrem.
  2. Kemiringan 6/12 (26,5 derajat)
    Ini atap dengan kecuraman sedang. Lebih kuat menahan beban berat dan cuaca ekstrem kayak salju atau hujan deras. Masih bisa pake berbagai material atap, kayak aspal, tanah liat, beton, dan lain-lain.
  3. Kemiringan 8/12 (33,7 derajat)
    Atap curam ini efektif banget buat ngeluarin air hujan atau salju. Cocok banget buat daerah yang sering hujan atau bersalju. Lebih efisien buat mengalirkan air dan juga lebih tahan lama.
  4. Kemiringan 12/12 (45 derajat)
    Atap dengan kemiringan paling curam. Walau terlihat kokoh, atap ini lebih rentan bocor, karena puing-puing di talang bisa ngebuat air nyangkut dan merembes ke dalam.

Genteng Tanah Liat yang Bikin Adem

Genteng tanah liat dikenal karena kemampuannya bikin rumah lebih adem. Ketua Ikatan Arsitek Indonesia, Boegar, menjelaskan kalau genteng tanah liat itu punya pori-pori yang bikin bangunan “bernapas”. Ini bikin rumah lebih nyaman tanpa terlalu bergantung pada AC. Selain itu, genteng tanah liat juga bisa menyerap dan melepaskan panas secara perlahan, yang bikin rumah tetap sejuk dan ngurangin konsumsi listrik.

Genteng tanah liat juga membantu menurunkan fenomena Urban Heat Island, yaitu efek panas berlebih di daerah perkotaan akibat atap yang menyerap panas. Jadi, genteng tanah liat gak cuma bikin adem, tapi juga membantu ngurangin suhu lingkungan.

Secara Ilmiah

Genteng tanah liat terbuat dari tanah liat yang dibakar. Jenis genteng ini bisa warna-warni, dan warnanya mempengaruhi daya pantul sinar matahari. Genteng yang gak diglasir bisa memantulkan sekitar 33% cahaya, sedangkan yang dicat putih bisa mencapai 70–80%. Genteng tanah liat juga punya massa termal yang bagus, jadi bisa nyerap panas dengan baik dan melepaskannya pelan-pelan saat malam. Teknik pemasangan genteng tanah liat yang pas juga penting, karena aliran udara yang lancar di bawah genteng bikin panas bisa keluar dengan efisien, jadi rumah tetap adem.

Jadi, gak cuma soal penampilan, atap genteng tanah liat juga punya banyak keuntungan buat rumah dan lingkungan!

Disadur dari kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× #WAAjaDulu