Pasar apartemen di Jakarta lagi ngalamin perubahan yang cukup kerasa di awal 2026. Kalau dulu orang lebih sering beli pakai cash, sekarang mulai banyak yang beralih ke Kredit Pemilikan Apartemen alias KPA.
Menurut Ferry Salanto dari Colliers Indonesia, salah satu pemicunya adalah suku bunga yang stabil. Dengan BI Rate di angka 4,75 persen, banyak orang ngerasa lebih aman buat ambil cicilan jangka panjang.
Bukan Buat Investasi Lagi, Tapi Buat Ditinggali
Yang menarik, tren beli apartemen sekarang juga berubah. Dulu banyak yang beli buat investasi, sekarang lebih banyak yang beli buat ditinggali sendiri.
Artinya, pasar sekarang didominasi end-user, bukan spekulan. Orang beli karena butuh tempat tinggal, bukan sekadar cari untung dari kenaikan harga.
Segmen yang paling banyak disasar ada di kelas menengah sampai menengah atas, dengan harga rata-rata sekitar Rp36 jutaan per meter persegi.
Unit Siap Huni Jadi Favorit
Selain itu, pembeli sekarang juga lebih milih unit yang udah siap huni alias ready stock. Alasannya simpel: nggak mau ambil risiko proyek molor.
Ditambah lagi ada insentif dari pemerintah berupa PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), bikin unit siap huni makin menarik. Nggak heran kalau sekitar 60 persen transaksi di awal tahun ini datang dari tipe unit ini.
Developer Ikut Putar Otak
Di sisi lain, pengembang juga nggak asal ngebut bangun proyek baru. Pasokan malah turun drastis dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Sebagai gantinya, mereka lebih fokus jual unit yang sudah ada dengan berbagai strategi. Mulai dari diskon sampai 20 persen, bonus furnitur, sampai kerja sama dengan bank buat kasih bunga KPA yang lebih ringan.
Pasar Diprediksi Makin Ngebut
Walaupun sekarang masih fase penyesuaian, pasar apartemen diprediksi bakal makin ramai di paruh kedua 2026.
Apalagi kalau proyek-proyek baru di Jakarta Selatan dan kawasan bisnis mulai rampung. Area ini masih jadi pusat utama pengembangan apartemen.
Intinya, tren sekarang makin jelas: beli apartemen bukan lagi soal investasi cepat, tapi lebih ke kebutuhan nyata. Dan dengan KPA, jalan ke sana jadi terasa lebih masuk akal buat banyak orang.
Disadur dari kompas.com
0 Comments