Di sebuah kampung di Wonogiri, tepatnya Dusun Tandan, Desa Kopen, ada pemandangan yang bikin orang auto nengok. Bukan warung baru atau bangunan biasa, tapi rumah yang bentuknya mirip bus tingkat AKAP. Sekilas kelihatan kayak bus lagi parkir, tapi ternyata itu rumah beneran.

Nggak heran kalau foto dan videonya langsung viral di media sosial. Banyak orang penasaran dan rela datang langsung buat lihat dari dekat.

Dibangun Tukang Bangunan, Bukan Arsitek

Rumah unik ini milik Supardi, pria 43 tahun yang akrab disapa Bagong. Menariknya, dia bukan arsitek terkenal, tapi tukang bangunan yang sudah berpengalaman puluhan tahun.

Rumah ini dibangun di atas lahan sekitar 90 meter persegi dan mulai dikerjakan sejak Februari 2026. Nggak pakai waktu lama, cuma sekitar 6 minggu, bangunannya sudah berdiri meski belum selesai.

Alasan dia bikin rumah anti-mainstream ini simpel: pengin beda dari yang lain. Selain itu, dia juga berharap desain unik ini bisa menarik perhatian orang dan bantu ngenalin daerahnya.

Konsepnya Kayak Dua Bus Parkir

Awalnya cuma mau bikin satu rumah berbentuk bus tingkat. Tapi karena butuh ruang lebih, akhirnya ditambah satu bangunan lagi di sampingnya.

Jadi kalau dilihat dari depan, bagian kanan mirip bus besar double decker, sementara sebelah kiri ada bangunan yang menyerupai bus ukuran sedang.

Inspirasi desainnya ternyata dari pengalaman Supardi yang dulu sering bolak-balik naik bus saat merantau ke Jakarta.

Dalemnya Juga Dibikin Mirip Bus

Nggak cuma luar, bagian dalamnya juga niat banget. Rumah utama punya lebar 4 meter, tinggi 5 meter, dan panjang sekitar 13 meter.

Di dalamnya ada jendela di kanan kiri seperti bus tingkat, bikin ruangan terang tanpa banyak lampu. Sirkulasi udara juga dipikirin, dengan dua pintu di depan dan belakang, jadi tetap adem meski siang hari.

Area utama dipakai buat ruang tamu dan ruang keluarga. Di bagian atas ada ruang kecil semacam mezanin yang difungsikan sebagai kamar.

Sementara “bus kecil” di samping rencananya bakal jadi dapur dan ruang makan.

Viral Duluan, Selesai Belakangan

Meski sudah ramai dibahas, ternyata rumah ini baru selesai sekitar 50–60 persen. Kendalanya klasik: dana habis di tengah jalan.

Total biaya yang sudah keluar sekitar Rp125 juta, termasuk material dan bayar 6 tukang selama 6 minggu. Sekarang, pembangunan masih berhenti sambil nunggu dana tambahan.

Walaupun belum rampung, rumah ini sudah keburu viral dan jadi daya tarik warga sekitar. Banyak yang datang cuma buat foto atau lihat langsung.

Bukti Kreativitas Nggak Ada Batas

Cerita rumah ini nunjukin kalau ide unik bisa datang dari siapa aja, nggak harus dari profesional. Dengan kreativitas dan nekat, sesuatu yang beda bisa jadi perhatian banyak orang.

Sekarang tinggal nunggu, kapan “bus” ini benar-benar siap jalan sebagai rumah impian pemiliknya.

Disadur dari kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× #WAAjaDulu