Peraturan Properti

Para developer properti di Tanah Air pengen banget supaya persyaratan beli rumah buat Warga Negara Asing (WNA) itu jadi lebih gampang. Mereka berharap, WNA bisa beli rumah, baik yang model rumah tapak atau apartemen (rusun), cuma pake paspor aja.

Menanggapi hal ini, Pramella Yunidar Pasaribu selaku Direktur Izin Tinggal Keimigrasian, Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menerangkan, paspor tuh kertas yang isinya data diri dan tempat tinggal seseorang, KTP-nya WNA gitu. Sementara visa tuh kertas yang ngasih izin orang buat masuk ke suatu negara.

Tapi inget, baik paspor maupun visa tuh cuman berlaku sementara. Tapi Pramella nerangin, kalo aturan yang dikeluarin sama kementerian terkait bilang kalo paspor dan visa bisa dipake buat transaksi beli properti sama WNA, maka pihaknya siap mempersilakan.

“Lalu kemudian kalau menurut Kementerian ATR/BPN menyatakan ini bisa, ya silakan, kami serahkan saja kepada kementerian teknis,” ucap Pramella dalam event Sosialisasi Regulasi Kepemilikan Hunian untuk Orang Asing di Jakarta, Kamis (3/8/2023).

Dalam kesempatan yang sama, si Rusmin Lawin, yang jadi Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Realestat Indonesia (REI) urusan Hubungan Luar Negeri, bilang gini nih. Aturan buat Warga Negara Asing (WNA) buat beli properti di Indo mesti diperlonggar.

Ini salah satu langkah buat ngejalanin niat Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang pengen cepetin pertumbuhan ekonomi lewat investasi asing langsung (FDI).

Nggak cuma itu, ini juga bisa nolongin jualan unit-unit yang masih nempel (properti yang belum laku di pasar), rumah tapak, apartemen, ato kantor juga, lho.

Selain itu, Rusmin juga ngeresepin keinginan WNA yang pengen proses beli properti di Indo jadi lebih gampang, cuma modal paspor aja.

“Mendengar suara-suara dari orang luar yang saya keliling-keliling dunia itu, inginnya mereka hanya dengan paspor sih bisa beli, enggak usah ribet,” terang Rusmin kepada Kompas.com.

Nah, jadi untuk bikin ini jalan, kita perlu aturan yang selaras dan semua kementerian dan lembaga punya visi yang sama. Nah, ini termasuk Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, sampe Ditjen Imigrasi.

Tapi menurut Rusmin, saat ini semangat dari kementerian dan lembaga ini buat bikin beli properti jadi gampang buat WNA masih kurang terasa.

Disadur dari kompas.com

Leave A Reply