Selain buka usaha, investasi juga bisa jadi cara cerdas buat dapetin penghasilan gede. Salah satu investasi yang oke adalah investasi lahan kosong, yaitu beli tanah tanpa bangunan dan jual lagi pas harganya naik.

Sekarang ini, tanah jadi objek investasi yang lumayan populer di masyarakat. Banyak orang pilih investasi ini karena harga tanah dirasa terus naik tiap tahun. Pertumbuhan properti yang terus naik bikin lahan makin lama makin langka.

Permintaan tanah pun makin tinggi dibandingkan persediaannya. Sebelum mutusin buat investasi lahan kosong, yuk simak tips berinvestasi di lahan kosong berikut ini:

1. Periksa Legalitas Tanah

Legalitas itu penting banget pas beli tanah. Lahan kosong yang kamu beli harus punya legalitas yang free, clean, dan clear. Free berarti tanahnya bebas sengketa. Legalitas kepemilikan tanah harus dibuktikan dengan sertifikat resmi/asli atas nama pemilik.

Kamu bisa minta bantuan notaris buat cek aspek legalitas tanah itu. Clean artinya tanah itu nggak ditempati atau dipakai orang lain. Sedangkan clear berarti ukuran tanah sesuai sama yang di sertifikat, juga batas-batasnya cocok.

2. Amankan Lokasi

Kalau udah beli tanah tapi belum dikembangkan langsung, pagari tanah itu biar ada batas. Ini buat antisipasi adanya okupansi atau penyerobotan sama pihak lain. Soalnya, kalau ada yang nyerobot bisa bikin repot dan rugi kamu.

3. Pilih Kawasan Yang Prospektif

Lahan kosong nggak bisa ngasih pemasukan atau income kecuali kalau lokasinya strategis, kayak di pusat kota, hook, atau tepi jalan raya. Tanah di lokasi strategis biasanya bisa disewakan. Kalau lahan kamu ada di lokasi strategis dan luasnya kurang dari satu hektar di tengah kota padat, bisa disewakan buat kafe, pom bensin, dll.

Kalau luasnya sekitar 2-3 hektar, bisa dijadiin lahan parkir, pool taksi, dll. Faktor utama beli tanah kosong buat investasi adalah pilih lokasi yang tepat biar tanah itu bisa ngasih nilai tambah tinggi kalau udah ada bangunan di atasnya, kayak rumah, ruko, atau properti lain.

4. Pilih Lokasi yang Prospektif

Tanah di jalan utama pusat kota atau sepanjang jalan ke lingkungan perumahan mewah, umumnya bisa berkembang jadi kawasan bisnis. Pertumbuhan harganya biasanya konstan jangka panjang. Tanah di lokasi strategis bisa ada di persimpangan jalan utama kota.

Kawasan yang awalnya buat hunian lama-lama jadi kawasan bisnis. Sebagian besar pusat kota berasal dari lokasi di persimpangan jalan raya. Jalan penghubung tanah di dalam kota sama di luar batas kota juga jadi lokasi prospektif.

Peluang kawasan bisnis baru juga bisa muncul dari pembangunan jalan baru dari tengah kota ke luar batas kota yang bisa berkembang pesat.

5. Periksa Peruntukan Tanah dan Amati Tren Perubahannya

Peruntukan tanah harus sesuai rencana tata kota wilayah itu. Optimalisasi pemanfaatan tanah dicerminkan oleh KLB (Koefisien Lantai Bangunan) dan KDB (Koefisien Dasar Bangunan) di lokasi itu, perlu kamu tahu sebelum beli.

Hindari investasi tanah yang bakal dipakai buat pembangunan kepentingan umum atau fasilitas umum atau sosial yang bakal dibangun pemerintah setempat di kawasan investasi kamu. Kawasan itu bakal makin berkembang pesat, jadi makin prospektif juga lokasi lahan kamu di situ.

Teliti Sebelum Membeli

 Kamu harus teliti semua hal penting soal lahan kosong yang mau dibeli, terutama soal hak milik tanah itu. Jangan sampai ketipu sama oknum nggak bertanggung jawab.

Tentukan peruntukannya, mau dijadiin apa atau buat apa tanah itu dibeli. Selanjutnya, tentukan rencana ke depannya secara matang.

Disadur dari kompas.com

Leave A Reply