Dalam obrolannya bareng Sharan Hegde, konten kreator yang bahas soal keuangan, Robert Kiyosaki—penulis buku legendaris Rich Dad Poor Dad—cerita kalau dia punya lebih dari 15.000 properti. Gokil gak tuh?
Menurut Kiyosaki, dia bisa punya sebanyak itu bukan karena dia tajir dari awal, tapi karena pinter main strategi. Salah satu jurus andalannya? Pakai utang buat beli properti.
Dia sendiri bilang kalau beli rumah pake utang, dan gak bayar pajak. Kedengeran gila, tapi ternyata itu trik yang lumayan umum dipakai sama investor properti pro. Jadi intinya, lo minjem duit buat beli rumah, dan karena itu dianggap investasi, ada beberapa pajak yang bisa dikurangin.
Kenapa Utang Bisa Jadi Teman?
Nah, utang ini ternyata bisa bantu lo cuan lebih banyak. Bunga pinjaman rumah itu biasanya bisa dipotong dari pajak penghasilan. Jadi beban pajak lo lebih ringan. Belum lagi, biaya lain kayak pajak properti, asuransi, dan perawatan rumah juga bisa dihitung sebagai pengeluaran bisnis. Jadi makin enteng deh.
Tapi ya, semua itu harus pake perhitungan. Kalau asal gas, bisa-bisa malah nyungsep. Makanya, Kiyosaki nyaranin buat kerja bareng penasihat keuangan biar langkah investasinya tetap aman dan gak bikin pusing di belakang.
Ngerti Bedanya Aset Sama Kewajiban
Kiyosaki juga ngingetin soal satu hal penting: bedain aset sama kewajiban. Dia bilang, rumah pribadi tuh bukan aset, lho. Soalnya, rumah yang lo tempatin biasanya malah nguras duit—buat bayar cicilan, pajak, asuransi, sampe biaya perawatan. Jadi, itu lebih cocok disebut kewajiban.
Sebaliknya, kalau lo punya properti yang kasih pemasukan, kayak disewain, baru deh itu masuk kategori aset. Intinya, kalau properti lo bisa nambahin duit ke kantong, itu aset. Kalau malah bikin bokek, itu kewajiban.
Dari semua penjelasan ini, Kiyosaki pengen orang-orang mikir lebih strategis soal punya rumah. Gak cuma sekadar punya, tapi juga paham fungsinya. Dan kalau bisa, manfaatin utang dengan cerdas biar bisa bangun kekayaan jangka panjang.
Disadur dari kontan.co.id
0 Comments