Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah, ngasih usulan yang cukup nyeleneh tapi masuk akal juga. Dia bilang rumah tapak alias rumah landed yang masih ada di kota-kota besar mendingan dikasih pajak tinggi aja. Tujuannya? Biar orang-orang kota mau pindah ke hunian vertikal kayak apartemen atau rumah susun.

Menurut Fahri, sekarang tanah kosong di kota udah makin langka. Jadi, kalau semua orang masih keukeuh pengen rumah tapak, ya makin kacau aja urusan perumahan di kota. Makanya dia dorong pembangunan hunian vertikal buat nutupin kebutuhan tempat tinggal.

Tapi dia juga bilang kalau kementeriannya nggak punya kuasa penuh soal urusan tanah. Padahal, yang paling krusial dalam pembangunan rumah ya tanah itu sendiri. Jadi menurut dia, harus ada aturan yang ngatur dari sisi pasokan, termasuk soal siapa yang punya wewenang atas pertanahan buat proyek perumahan.

“Misalnya nanti yang bikin rumah landed pajaknya dinaikin aja sampai dia nggak bisa tinggal di landed. Pasti dia akan tinggal di rumah susun,” ucap Fahri dalam acara Simposium Nasional: Sumitronomics dan Arah Ekonomi Indonesia pekan lalu, dikutip dari YouTube Katadata Indonesia, Selasa (10/6/2025).

Selain soal pajak, Fahri juga nyaranin biar subsidi buat pembeli rumah itu di-stop. Mendingan, katanya, subsidi langsung dikasih ke tanahnya. Soalnya, harga tanah itu ngambil porsi gede banget dari total biaya bangun rumah, bisa sampai 40 persen. Jadi kalau tanahnya dikasih subsidi, otomatis harga rumah bisa jauh lebih murah.

“Karena tanah 40% dari komponen biaya. Apa yang terjadi karena harga tanah tinggi, dikasih subsidi di ujung. Menurut kami setop subsidi di ujung, tapi subsidi pada tanah. Efisiensi kan biaya perizinan, nggak perlu pungut-pungut di awal. Apa yang akan terjadi? Kita bisa mengurangi biaya bisa-bisa sampai 50%,” katanya.

Kalau subsidi tanah jalan dan biaya perizinan bisa dipangkas, harga rumah bakal lebih terjangkau. Dan ini bisa bikin social housing alias hunian buat rakyat kecil beneran kejadian, nggak cuma wacana.

Fahri tutup dengan bilang, kalau semua ini bisa diwujudin, bukan cuma soal punya rumah murah, tapi juga bisa ngebentuk kota yang lebih rapi, keren, dan manusiawi.

Disadur dari detik.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× #WAAjaDulu