Per 1 Januari 2024 Harga Rumah Subsidi Naik Jadi Rp 166 – 240 Juta

Buat Kamu sobat properti yang lagi nyari rumah, khususnya rumah subsidi. Kini per tanggal 1 Januari 2024 harga rumah subsidi udah resmi naik lho, khususnya buat rumah subsidi yang berupa landed house alias rumah tapak. Kenaikan atau penyesuaian Batasan harga tertinggi rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) itu udah diatur sama pemerintah lewat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 689/KPTS/M/2023 tentang Batasan Luas Tanah, Luas Lantai, dan Batasan Harga Jual Rumah Umum Tapak Dalam Pelaksanaan Kredit/Pembiayaan Perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan, serta Besaran Subsidi Bantuan Uang Muka Perumahan. Di dalam regulasi itu pemerintah udah ngatur batasan harga jual… Continue Reading
Beli Properti

Landed House Masih Merajai Tren Pembelian Properti di Paruh Pertama Tahun 2023

Nih, berdasarkan info dari 99 Group, yang punya marketplace Rumah123.com sama 99.co, kayaknya masyarakat masih lebih banyak yang nyari landed house alias rumah tapak ketimbang apartemen atau tanah. Cek aja, pencarian rumah tapak itu masih mendominasi banget, 64,1 persen loh sepanjang setengah pertama 2023. Jauh lebih banyak dibandingkan yang nyari apartemen yang cuma 10,4 persen, atau yang nyari tanah 9 persen. Menurut Maria Herawati Manik, yang jadi Country Manager 99 Group Indonesia, dari segi harga, orang-orang lebih suka yang harganya antara 400 juta sampe 1 miliar, atau yang 1 miliar - 3 miliar. Artinya, orang kelas menengah dan menengah atas… Continue Reading
Investasi Properti

Tingginya Permintaan Rumah Tapak Bikin Investor Asing Jatuh Hati

Dalam 5 tahun terakhir ini peminat landed house alias rumah tapak di daerah Jakarta dan sekitarnya menunjukkan kondisi yang stabil. Bahkan, saking tingginya permintaan di sektor rumah tapak ini bikin investor asing dari negara lain kepincut untuk menanam modal atau berinvestasi di sini. Yunus Karim selaku Head Research JLL Indonesia, bilang dari data yang dihimpun oleh JLL, para developer asing cukup aktif dalam melakukan pengembangan ke eksisting township yang sudah ada. “Kurang lebih ada sekitar lebih 20 pengembang yang memang memiliki kerjasama dengan pengembang-pengembang asing,” kata Yunus dalam dalam JLL Media Briefing 2Q23 pada Selasa (25/7/2023). Sementara itu, Herully Suherman… Continue Reading
Beli Properti

Ini Alasan Kenapa Apartemen Masih Belum Jadi Primadona di Indonesia

Di Indo, pasar apartemen masih kalah populer dibanding tetangga, terutama Singapura. Orang Indo masih kurang biasa ngekos di gedung tinggi. Dari laporan dari Rumah.com, Kita bisa tahu kalo orang lebih milih rumah daripada apartemen karena ukurannya lebih gede, gak mau tinggal tinggi-tinggi, khawatir soal kepemilikan, dan kurang ruang buat keluarga berkembang. Marine Novita dari Rumah.com bilang, gak heran kalau yang cari apartemen lebih banyak anak muda. Soalnya, ukuran apartemen sekarang dianggap kurang pas buat keluarga yang lagi bertambah anak dan butuh ruang lebih. "Kondisi ini berbeda dibanding Singapura di mana 80 persen warganya tinggal di apartemen HDB [housing & development… Continue Reading
Beli Properti

Jones Lang LaSalle Sebut Konsep TOD Bakal Bikin Penjualan Rumah & Apartemen Melonjak

Menurut Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia, salah satu hal penting buat pembeli apartemen atau rumah tapak adalah soal kemudahan aksesibilitas. Yunus Karim, Head of Research JLL Indonesia, bilang kalau ada transit oriented development (TOD) berbasis transportasi publik, pasti bakal bikin penjualan apartemen dan rumah tapak jadi lebih lancar.  “Kedekatan dengan transportasi publik dan aksesibilitas menjadi kunci pertimbangan pembeli dalam membeli apartemen maupun rumah tapak,” kata Yunus dalam JLL Indonesia Media Briefing secara virtual, Selasa (25/7/2023). Yunus nerangin, penjualan apartemen agak mandeg. Di kuartal II/2023, penjualan apartemen cuma sekitar 61 persen. Harganya juga stabil biar konsumen tertarik. Di Jakarta,… Continue Reading