Pemerintah lagi nyiapin dua gebrakan baru soal KUR, salah satunya KUR Perumahan. Tujuannya buat dorong Program Tiga Juta Rumah biar makin ngebut. Kata Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, sektor perumahan punya efek domino gede banget buat ekonomi. Tiap duit yang masuk bisa ngehasilin Rp 1,74 output ekonomi.

“Belum lagi potensi menyerap 13,8 juta tenaga kerja per tahun. Ini bukan sekadar membangun rumah, tapi membangun masa depan ekonomi,” terangnya dalam Rapat Koordinasi Komite Kebijakan Pembiayaan KUR bagi UMKM di Jakarta, Jumat (11/7/2025), dikutip dari laman resmi Kemenko Perekonomian.

Skema KUR Perumahan: Supply dan Demand

KUR Perumahan dibagi jadi dua pendekatan:

  1. Sisi Supply (pasokan)
    Buat developer, kontraktor, sampe pedagang bahan bangunan skala UMKM, bisa dapet kredit sampai Rp 5 miliar. Bunganya juga ringan karena dapet subsidi 5 persen per tahun (flat) dari pemerintah.
  2. Sisi Demand (permintaan)
    Buat UMKM yang pengin beli, bangun, atau renov rumah buat usaha, bisa ngajuin pinjaman sampai Rp 500 juta. Bunganya berjenjang antara 6–9 persen per tahun dengan tenor maksimal 5 tahun.

Aturannya Keluar Juli Ini

Menteri PKP, Maruarar Sirait, bilang kalau aturan soal KUR Perumahan ini bakal kelar dan resmi diterbitin Juli 2025. Pernyataannya disampaikan abis rapat bareng Airlangga di Jakarta, Kamis (3/7/2025).

“Jadi kami mesti bekerja dengan cepat untuk menyiapkan aturan menteri. Karena itu harus kami selesaikan bulan Juli ini. Saya pikir itu ya secara kompresif dan detail,” ungkapnya.

Ara juga bilang bakal nunjuk salah satu Dirjen di Kementerian PKP buat ngawasin langsung program ini.

“Dan mungkin dalam waktu dekat saya mesti menunjuk siapa yang bertanggung jawab untuk program ini, di jajaran Eselon 1,” imbuhnya.

Disadur dari kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× #WAAjaDulu