Sertifikat tanah itu adalah dokumen yang amat sangat penting banget lho! Dokumen jadi bukti resmi kalo tanah milik lo emang beneran milik lo. Nah, kalo sampai ilang, wajib banget langsung diurus biar status hukum tanah tetep aman. Apalagi sekarang pemerintah lagi gencar pindahin sertifikat model lama alias analog ke versi elektronik. Pertanyaannya, kalo sertifikat ilang, otomatis diganti jadi elektronik gak sih?
Menurut Kepala Biro Humas dan Protokol Kementerian ATR/BPN, Harison Mocodompis, jawabannya enggak. Sertifikat yang hilang tetep diganti dalam bentuk fisik. Walaupun pemerintah lagi dorong sertifikat elektronik, tetap bakal ada selembar sertifikat fisik pengganti yang dikasih ke pemilik tanah.
Syarat Ngurus Sertifikat Hilang
Buat ngurus sertifikat tanah yang hilang, ada beberapa dokumen yang kudu disiapin. Mulai dari formulir permohonan, fotokopi KTP dan KK (harus dicocokin sama aslinya), plus surat kuasa kalo ngurusin lewat orang lain.
Kalo pemiliknya badan hukum, wajib lampirin akta pendirian plus pengesahan badan hukum. Terus, bikin surat pernyataan kehilangan di bawah sumpah, plus surat laporan kehilangan dari polisi. Kalo masih ada fotokopi sertifikat lama, bisa dilampirin juga.
Alur Prosesnya
Pertama, bikin surat pernyataan kehilangan lewat sumpah di depan Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) atau pejabat yang ditunjuk. Habis semua syarat lengkap, masukin berkas ke loket Kantah.
Kalo semua oke, lanjut bayar biaya: Rp200 ribu buat sumpah, Rp100 ribu buat salinan surat ukur, dan Rp50 ribu buat pendaftaran. Totalnya Rp350 ribu per sertifikat.
Abis itu, Kantah bakal umumkan sertifikat yang hilang lewat koran, papan pengumuman, atau dekat lokasi tanah. Masa umumannya sebulan penuh. Kalo gak ada yang keberatan, barulah sertifikat pengganti bisa diterbitkan.
Yang perlu dicatat, sertifikat pengganti ini gak pake proses ukur ulang atau cek tanah. Nomor hak di sertifikat lama juga gak berubah. Jadi sifatnya administratif aja, gak ngaruh ke kepemilikan tanah.
Prosesnya sendiri makan waktu sekitar 40 hari kerja, dihitung dari berkas masuk dan biaya dilunasin. Nanti pemohon bisa ambil sertifikat baru langsung di loket Kantah.
Intinya, meskipun ada program sertifikat elektronik, kalo sertifikat tanah ilang tetep diganti versi fisiknya, bukan elektronik.
Disadur dari kompas.com
0 Comments