Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, buka suara soal mahalnya harga rumah di ibu kota. Menurut dia, masalah hunian ini bikin banyak anak muda maju mundur buat nikah. Bukan karena nggak mau, tapi karena mereka mikir realistis: kalau belum punya rumah, gimana mau bangun keluarga.

“Persoalan utama di Jakarta ini banyak sekali anak-anak muda yang mau menikah tidak berani karena persoalannya adalah perumahan,” ungkap Pramono ketika membuka sosialisasi kredit program perumahan yang digelar bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di Balai Kota Jakarta, Rabu, 10 September 2025.

Pramono bilang kalau masalah ini sudah tersirat dalam film Home Sweet Loan yang rilis tahun 2024 kemarin. Film itu merefleksikan keresahan generasi muda yang kebingungan karena sulit banget dapet akses kredit rumah. Menurut dia, cerita dalam film itu nggak jauh beda sama realita di Jakarta sekarang.

Dia bilang, kalau kredit rumah bisa lebih gampang diakses masyarakat, baik dari sisi developer maupun pembeli, dampaknya pasti gede banget. Anak muda jadi lebih pede buat punya rumah sendiri, dan dunia usaha perumahan juga makin hidup.

Pramono berharap kerja sama Pemprov DKI dengan pemerintah pusat makin solid, terutama soal penyediaan fasilitas kredit. Katanya, program subsidi perumahan yang udah jalan sekarang jangan cuma jadi formalitas, tapi harus benar-benar dioptimalkan biar manfaatnya luas dan terasa sampai ke masyarakat kecil.

Program kredit perumahan ini, jelas Pramono, harus dimanfaatkan, terutama buat pelaku usaha di sektor perumahan dan kita semua. Subsidi yang udah ada itu banyak banget kemudahan, jadi kalau nggak dimanfaatkan, justru kita sendiri yang rugi.

Dia juga menekankan, punya rumah itu bukan sekadar soal tempat tinggal, tapi bagian penting dari kehidupan sosial dan ekonomi warga Jakarta. Kalau generasi muda terus kesulitan punya rumah, dampaknya bisa panjang, termasuk ke keputusan mereka buat nikah dan membangun keluarga.

Dengan adanya kredit perumahan yang lebih ramah, Pramono yakin Jakarta bisa kasih harapan baru buat warganya. Nggak cuma bikin orang berani nikah, tapi juga dorong pertumbuhan sektor properti yang jadi salah satu motor ekonomi.

Intinya, Pramono pengin semua pihak serius nyari solusi soal perumahan. Karena kalau masalah ini bisa diatasi, banyak anak muda yang akhirnya berani ambil langkah lebih jauh dalam hidup mereka.

Disadur dari metrotvnews.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× #WAAjaDulu