Kulineran

Menelusuri Asal Usul Kuliner Khas Cirebon, Yaitu Empal Gentong

Cirebon, selain terkenal dengan Nasi Jamblang, juga punya makanan legendaris yang bikin lidah bergoyang, yaitu Empal Gentong. Makanan khas ini nggak cuma populer di Cirebon doang, tapi juga di seluruh Indonesia. Tapi, dari mana sih asal-usul makanan enak ini? Empal Gentong Cirebon muncul sejak zaman Sunan Gunung Jati, sekitar abad ke-15. Ada Desa Situwinangun di wilayah Cirebon bagian barat, utara Jamblang, yang terkenal dengan penghasilan anjun atau gerabah dari tanah liat, termasuk gentong dan padasan. Pembuatan Empal Gentong ini melibatkan gentong sebagai alat masaknya. Masyarakat Cirebon dulu pake kayu bakar dari pohon asam untuk memasaknya. Konon, kayu bakar dari pohon… Continue Reading
Kulineran

Sejarah Gudeg Yu Djum Kuliner Melegenda Jogja Yang Sudah Ada Sejak Puluhan Tahun Lalu

Mampir ke Jogja rasanya ada yang kurang kalo gak nyobain gudeg. Salah satu warung gudeg legendaris yang hits di mata turis adalah Gudeg Yu Djum. Awal mula Gudeg Yu Djum itu jauh sebelum tahun 1950-an. Jaman dulu kala, Djuwariyah atau yang kerap disapa Yu Djum berjualan gudeg dengan pikulan. Pionir Gudeg Yu Djum itu berkeliling menjual gudegnya. Dia berangkat dari rumah, menuju alun-alun buat menjual gudeg, terus lewat Malioboro, dan akhirnya berhenti di Kampung Widjilan buat dagang tiap hari. Hendi Tri Utomo, cucu dan penerus Gudeg Yu Djum, cerita kalo neneknya gak terlalu lama jualan keliling. Soalnya, pelanggannya udah pada… Continue Reading

Menikmati Sea Food Segar di Pantai Depok

Di antara sejumlah pantai di Bantul, pantai Depok-lah yang terlihat paling didesain untuk menjadi pusat wisata kuliner menikmati sea food. Berderet tak jauh dari bibir pantai sejumlah warung makan tradisional yang menjajakan sea food. Menurut cerita, di era 90-an, sejumlah nelayan asal Cilacap menemukan tempat pendaratan yang memadai di pantai Depok. Hasil tangkapan yang cukup banyak dari para nelayan ini turut menggugah warga lokal yang umumnya berprofesi sebagai petani lahan pasir untuk menjadi “tekong”, istilah lokal untuk menyebut pencari ikan. Umumnya, warung makan yang berada tak jauh dari bibir pantai ini menawarkan nuansa tradisional. Bangunan sederhana dengan atap limasan yang… Continue Reading