Investasi Properti

Trubus Rahadiansyah, seorang pengamat Kebijakan Publik menganggap proyek IKN Nusantara bisa membebani Presiden baru Indonesia yang nantinya terpilih pada tahun depan. Ditambah lagi jika reaksi masyarakat terhadap IKN buruk, ada kemungkinan proyek IKN akan dilepas.

“Cuma masalahnya kan presiden baru ini saya nggak yakin kemudian akan mati-matian memperjuangkan IKN. Masalahnya kan dia harus mempertahankan kepilih 2 kali. Kalau reaksi publik negatif terhadap IKN, dia akan menghindar, akan lepas lah,” ungkapnya ketika dihubungi detikcom, Kamis (4/5/2023).

“Ada potensi nanti periode berikutnya menjadi beban bagi pemimpin selanjutnya. Mungkin akan menyetop IKN juga,” tambahnya.

Apalagi masih belum ada investor yang resmi berinvestasi di IKN hingga saat ini. Kalau cuma mengandalkan duit APBN ya bisa tekor, yang ada malah proyek IKN berpotensi mangkrak.

“Pembangunannya lambat kalau dasarnya mengandalkan APBN, nggak akan tercapai. Potensi mangkraknya tinggi lah kira-kira begitu,” lanjutnya.

Sebagai informasi, sudah ada sebanyak 200 surat minat atau Letter of Intent (LOI) untuk berinvestasi di IKN Nusantara saat ini, walaupun realisasinya masih Nol besar.

Menurut Piter Abdullah, Direktur Eksekutif Segara Research Institute, banyaknya LOI menandakan proyek IKN memang menarik. Ketertarikan investor, Ia menambahkan, tak bisa hanya diukur dengan sudah atau belum masuknya investor ke IKN.

“Jadi banyak orang melihat bahwa IKN itu tidak menarik, salah besar. Sangat menarik IKN itu, tapi ketertarikan investor itu tidak diukur dengan sudah masuk belumnya investor saat ini. Karena saat ini memang bukan tahapan investor swasta untuk masuk,” ujarnya.

Piter menyebut bahwa para investor masih menunggu penyelesaian pembangunan infrastruktur dasar IKN, atau sekitar tahun 2024. Walau diragukan beberapa pihak, Piter menilai IKN Nusantara dapat membantu pemerataan ekonomi Indonesia.

“Saya meyakini IKN jadi sebuah awal dari kita melakukan pembangunan di luar jawa, melakukan pemerataan ekonomi di Indonesia, di mana ada pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan. Dengan adanya IKN, kalimantan bisa memaksimalkan semua potensi yang dimiliki,” tandasnya.

Disadur dari detik.com

Leave A Reply