Arsitek Jepang emang nggak ada matinya buat bikin hunian yang unik dan keren. Beberapa tahun yang lalu, Studio Velocity bikin rumah keren yang namanya “House in Chiharada” di Chiharada, Kota Okazaki, Prefektur Aichi, Jepang.

Miho Iwatsuki dan Kentaro Kunhura, dua arsitek di balik Studio Velocity, bikin hunian di tanah seluas 144,93m2. Meskipun bangunannya cuma 55,28m2, mereka bisa bikin rumah itu punya ruang seluas 110,56m2 buat penghuninya. Rumah ini sebenarnya adalah bangunan tambahan dari rumah utama dua lantai yang nggak jauh dari sana. Rumah ini buat pasangan muda yang baru mulai hidup bareng.

Karena deket banget sama rumah utama, bentuk melingkar dipilih biar dua rumah ini nggak perlu berpapasan. Penghuni rumah bisa jaga privasinya masing-masing. Selain itu, bentuk melingkar ini juga kasih ruang buat taman dengan berbagai tanaman.

Perbedaan Mencolok

Meski dari luar tampak mungil dan sederhana, interior rumah ini cukup luas buat keluarga muda. Rumah ini punya dua lantai dengan pembagian lantai yang nggak biasa.

Lantai dasar berisi kamar tidur utama, dua kamar tidur anak, ruang cuci, dan kamar mandi. Di sini ada jendela-jendela besar. Penghuninya bisa lihat ke luar dan keluar lewat pintu yang juga berfungsi sebagai jendela. Sementara lantai dua jadi ruang utama hunian ini. Di lantai ini juga ada pintu masuk utama.

Begitu masuk, penghuni disambut sinar matahari di ruang terbuka berplafon tinggi. Ruang terbuka besar ini ada di lantai dua. Ruang ini jadi ruang keluarga, dapur, ruang makan, dan tempat kumpul-kumpul. Di ruang ini ada empat boks yang “membelah” ruangan. Masing-masing boks dengan beragam ukuran ini punya tangga menuju lantai bawah. Masing-masing boks juga punya beberapa jendela yang memungkinkan sinar matahari masuk ke dalam sampai lantai dasar.

Ada perbedaan mencolok antara lantai dasar dan lantai dua. Lantai dua yang jadi ruang keluarga terasa lebih luas dengan cat dinding warna putih. Sementara itu, lantai dasar yang berisi kamar-kamar tidur terasa lebih hangat dan cocok buat istirahat dengan menggunakan kayu sebagai penutup permukaan dindingnya.

Disadur dari kompas.com

Leave A Reply