Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bilang, sekarang ini waktu yang pas banget buat masyarakat yang belum punya rumah. Menurutnya, kondisi ekonomi yang mulai pulih bikin banyak orang punya duit lebih, dan itu bisa jadi momentum buat beli properti.

“Semua orang ingin punya rumah. Untuk yang belum punya rumah, harusnya ini kesempatan yang bagus,” ujar Purbaya di Jakarta, dikutip Rabu (15/10), melansir Antara.

Purbaya yakin, dengan ekonomi yang mulai membaik, permintaan rumah bakal naik juga. “Ekonomi sudah mulai balik (membaik), saya pikir akan banyaklah orang yang punya uang lebih dibandingkan sebelumnya. Harusnya permintaan (demand) perumahan akan tumbuh juga,” ucap Purbaya.

Bahkan, dia optimistis kalau program perumahan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bisa jalan maksimal, pertumbuhan ekonomi nasional bisa nembus 5,6–5,7%. Meski belum ngitung secara detail, dia percaya dampaknya bakal gede banget karena sektor ini ngaruh ke banyak industri lain.

“Saya belum hitung berapanya. Tapi amat signifikan, karena (kegiatan ekonomi) bukan dari rumah saja, ada konstruksi, semen, dan sebagainya. Rumah itu dianggap investasi, jadi di segala sisi naik semua,” katanya.

Purbaya juga bilang bakal dukung penuh program perumahan yang dijalankan PKP. “Program kayak gini penting banget, dan saya dukung sepenuhnya,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) ngasih apresiasi atas dukungan dari Kemenkeu. “Saya terus terang merasa mendapatkan dukungan yang luar biasa hari ini. Menteri Keuangan bekerja sangat cepat, tetapi juga bertanggung jawab membantu kami,” ungkap Ara.

Ngomongin soal ekonomi, Purbaya juga cerita kalau pemerintah lagi kerja keras buat balikin laju pertumbuhan yang sempat melambat.

“Kemarin melambat, kita coba kembalikan ekonomi menjadi lebih baik. Yang penting itu ekonomi kita membaik, rakyat hidupnya lebih sejahtera. Ke depan harapan lebih bagus. Jadi Indonesia cerah begitu. Itu yang mau kita ciptakan,” ungkapnya.

Purbaya juga pede pertumbuhan ekonomi di kuartal IV/2025 bisa tembus 5,67%, seiring naiknya konsumsi masyarakat dan mulai kerasa efek stimulus pemerintah di akhir tahun. Dia bahkan agak ngebantah prediksi Bank Dunia yang bilang ekonomi Indonesia cuma bakal tumbuh 4,8% tahun ini.

Menurutnya, kondisi di lapangan justru nunjukin tren positif. Salah satu faktornya adalah kebijakan penempatan dana negara di bank-bank Himbara yang mulai berdampak pada konsumsi dan likuiditas pasar. Ekonomi tanah air sekarang sudah bergerak ke arah yang benar, ujarnya.

Bukti lainnya kelihatan dari meningkatnya konsumsi rumah tangga. Proporsi belanja masyarakat naik dari 74,8% jadi 75,1% per September 2025. Purbaya bilang, kenaikan ini gak lepas dari kebijakan pemerintah yang naro Rp200 triliun dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke sistem keuangan sejak pertengahan September.

Tujuannya? Buat jaga likuiditas, nurunin suku bunga pasar, dan dorong penyaluran kredit produktif — terutama ke sektor riil kayak UMKM. “Intinya, pemerintah lagi berupaya menciptakan kondisi ekonomi yang cair, sehat, dan bisa bikin masyarakat makin aktif belanja dan investasi, pungkas Purbaya.

Disadur dari validnews.id


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× #WAAjaDulu