Kalau lagi cari minuman hangat khas Jogja, Wedang Tahu Bu Sukardi wajib masuk daftar. Sajian tahu lembut yang disiram kuah jahe hangat ini sudah jadi favorit banyak orang dan tetap eksis selama 18 tahun.

Wedang tahu sendiri juga dikenal dengan nama tahok, tahwa, atau kembang tahu. Rasanya lembut, hangat, dan pas dinikmati saat cuaca dingin maupun musim hujan.

Berawal dari Jualan yang Sepi

Di balik ramainya pembeli sekarang, perjalanan usaha Bu Sukardi ternyata nggak selalu mulus. Saat pertama kali berjualan di kawasan Jalan Asem Gede, dekat Pasar Pathuk, pembelinya bisa dihitung dengan jari.

Dalam sehari, dari pagi sampai sore, wedang tahu yang terjual hanya sekitar tiga sampai lima porsi. Saat itu, banyak warga Jogja yang belum mengenal minuman khas ini sehingga peminatnya masih sedikit.

Meski begitu, Bu Sukardi tetap bertahan dan terus berjualan hingga perlahan mulai dikenal masyarakat.

Viral Berkat Media Sosial

Seiring waktu, popularitas Wedang Tahu Bu Sukardi terus meningkat. Salah satu faktor yang ikut mendongkrak namanya adalah media sosial. Banyak food blogger dan foodgram yang membagikan pengalaman mencicipi wedang tahu ini.

Dampaknya langsung terasa. Kalau dulu mayoritas pelanggan berasal dari kalangan keluarga Tionghoa, sekarang justru banyak anak muda dan wisatawan yang rela datang untuk mencobanya.

Penjualan Terus Meningkat

Ramainya pembeli membuat produksi wedang tahu ikut bertambah. Pada hari biasa, Bu Sukardi bisa menghabiskan sekitar dua panci besar setiap hari.

Sementara saat akhir pekan, jumlahnya meningkat menjadi empat hingga lima panci karena banyak wisatawan yang datang ke Jogja.

Menariknya lagi, saat pandemi Covid-19 penjualannya justru tetap ramai. Meski sempat tutup sekitar sebulan saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), setelah buka kembali banyak pelanggan datang karena percaya minuman jahe hangat bisa membantu menjaga daya tahan tubuh.

Kini Punya Empat Cabang

Berkat kerja keras selama bertahun-tahun, Wedang Tahu Bu Sukardi kini berkembang menjadi empat cabang yang semuanya dikelola keluarga.

Selain gerai utama di Jalan Asem Gede dan kawasan Pasar Pathuk, ada juga cabang di Mirota Godean dan Umbulharjo. Khusus dua cabang terakhir, jam operasionalnya dimulai pada sore hari.

Harga Ramah di Kantong

Satu mangkuk Wedang Tahu Bu Sukardi dibanderol sekitar Rp7.000 saja. Buat yang belum sempat datang langsung, menu ini juga sudah tersedia di layanan pesan antar online.

Kalau ingin dinikmati beberapa jam kemudian, kamu bisa meminta kuah jahe dan tahunya dipisah supaya teksturnya tetap lembut dan rasanya tetap nikmat saat disantap. Dengan harga yang terjangkau dan cita rasa yang khas, nggak heran kalau Wedang Tahu Bu Sukardi masih jadi salah satu kuliner legendaris yang wajib dicoba saat berkunjung ke Yogyakarta.

Disadur dari kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× #WAAjaDulu