Liburan ke Jogja rasanya belum lengkap kalau belum nongkrong di angkringan. Dari sekian banyak pilihan, Angkringan Kopi Jos Lik Man menjadi salah satu tempat yang punya cerita panjang.

Usaha ini sudah berjalan sejak 1964 dan kini diteruskan oleh Kobar, anak Lik Man. Nama Lik Man sendiri semakin lekat dengan kopi joss, minuman khas berupa kopi yang diberi bara arang panas hingga terdengar suara “joss”.

Dari Kopi Biasa Jadi Ikon Jogja

Kopi joss mulai dikenal luas pada 1980-an. Ceritanya berawal ketika seorang tukang becak meminta kopi dicampur arang panas untuk membantu mengatasi perut kembung. Dari permintaan sederhana itu, lahirlah minuman yang kemudian menjadi ciri khas angkringan Lik Man.

Arang yang digunakan berasal dari kayu sambi. Bara panas tersebut menghasilkan aroma smokey dan sentuhan rasa karamel yang unik. Menurut pengelola, dalam sehari dua cabang Lik Man bisa menghabiskan sekitar 15-30 kilogram arang.

Popularitas kopi joss bahkan sudah menembus mancanegara. Pada 2019, tiga member SEVENTEEN, yakni S. Coups, Jeonghan, dan Wonwoo, sempat mencicipinya saat berkunjung ke Jogja.

Menu Murah, Perut Tetap Senang

Tak cuma kopi joss, pilihan makanan di sini juga khas angkringan banget. Ada nasi kucing dengan sambal tongkol, teri, atau orek tempe. Buat teman makan, tersedia aneka sate seperti ayam, usus, ati ampela, kulit, keong, kerang, sosis, hingga jamur krispi.

Ada pula baceman tahu, tempe, ceker, kepala ayam, aneka gorengan, serta jadah bakar.

Untuk minuman, kopi joss dibanderol sekitar Rp8.000. Versi dengan susu sekitar Rp10.000. Teh manis dan beberapa minuman lainnya mulai Rp3.000-Rp4.000.

Dengan uang sekitar Rp20.000, pengunjung sudah bisa menikmati kopi joss sekaligus beberapa makanan pendamping. Cocok banget buat wisatawan yang ingin kulineran enak tanpa bikin dompet menipis.

Dua Cabang, Dua Suasana

Angkringan Kopi Jos Lik Man kini memiliki dua lokasi. Cabang pertama berada di Jalan Pasar Kembang No. 3, Sosromenduran, dekat Stasiun Tugu. Tempat ini buka setiap hari pukul 15.00-01.00 WIB.

Cabang kedua berada di Pasar Kranggan, Jalan Poncowinatan No. 7, Gowongan. Jam bukanya sedikit berbeda, yakni pukul 16.00-01.00 WIB.

Kalau ingin merasakan suasana angkringan yang lebih tradisional dengan konsep lesehan, cabang Pasar Kranggan bisa jadi pilihan. Sementara itu, cabang Selasar Malioboro lebih cocok untuk rombongan karena pengunjung duduk di kursi dan makan di meja.

Saatnya Masukkan ke Bucket List

Daya tarik Angkringan Kopi Jos Lik Man bukan cuma pada kopi joss-nya. Ada sejarah panjang, suasana nongkrong khas Jogja, pilihan makanan yang ramah kantong, dan pengalaman kuliner yang sulit ditemukan di tempat lain.

Jadi, kalau sedang jalan-jalan ke Jogja, sempatkan mampir. Duduk santai, pesan kopi joss, pilih beberapa sate, lalu nikmati suasana malam Kota Gudeg. Sederhana, murah, tapi justru pengalaman seperti inilah yang sering paling lama diingat.

Disadur dari telkomsel.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× #WAAjaDulu