Gempa besar yang mengguncang Nusa Tenggara pada 15 Agustus 2026 kembali mengingatkan bahwa rumah tahan gempa nggak cukup cuma mengandalkan desain. Kualitas bahan bangunan juga punya peran besar.
Per 25 Agustus 2026, BNPB mencatat 103 orang meninggal, lebih dari 1.600 orang terluka, dan puluhan ribu rumah mengalami kerusakan. Dari kejadian ini, satu hal jadi jelas: ketahanan rumah sebaiknya dipikirkan sejak awal, bahkan sebelum pembangunan dimulai.
Beton Jangan Asal Campur
Beton menjadi bagian penting dalam struktur rumah. BNPB merekomendasikan campuran satu bagian semen, dua bagian pasir, tiga bagian kerikil, dan setengah bagian air.
Air sebaiknya ditambahkan bertahap sampai adonan punya konsistensi yang pas. Jangan terlalu encer atau malah terlalu kental. Kerikil idealnya berukuran seragam dengan diameter maksimal 20 milimeter, sedangkan semen yang digunakan harus tipe 1 dan memenuhi standar SNI.
Takaran dan proses pencampuran yang tepat bisa berpengaruh besar terhadap kekuatan struktur saat menghadapi guncangan.
Mortar Harus Punya Daya Rekat Kuat
Mortar berfungsi menyatukan bata menjadi dinding. Kalau kualitasnya buruk, dinding bisa menjadi titik lemah bangunan.
Komposisi yang disarankan adalah satu bagian semen dan empat bagian pasir bersih, kemudian ditambahkan air secukupnya. Pasir jangan sampai bercampur lumpur karena bisa menurunkan daya rekat semen.
Pilih Batu Fondasi yang Nggak Gampang Hancur
Fondasi merupakan bagian yang menerima beban bangunan, jadi batu yang digunakan nggak boleh asal. Batu kali atau batu gunung yang keras dan nggak mudah retak bisa menjadi pilihan.
Batu dengan banyak sudut juga lebih menguntungkan karena bentuknya membuat mortar bisa mencengkeram lebih kuat. Ikatan yang baik penting supaya fondasi tetap stabil ketika tanah bergerak.
Batu Bata Juga Punya Standar
Bata yang bagus sebaiknya punya bentuk seragam, tepian lurus, minim retak, dan nggak gampang patah. Cara sederhana mengeceknya adalah dengan mengetukkan dua bata. Bunyi yang nyaring dan padat bisa menjadi salah satu tanda bata berkualitas.
Sebelum dipasang, bata sebaiknya direndam sekitar 5–10 menit lalu ditiriskan. Tujuannya agar bata nggak menyerap air dari mortar secara berlebihan sehingga daya rekat tetap optimal.
Kayu Harus Kuat dan Kering
Untuk rumah yang menggunakan rangka kayu, pilih material yang keras, kering, lurus, dan bebas retak. Kayu berkualitas rendah atau sudah rusak bisa melemahkan rangka ketika bangunan menerima guncangan.
Jangan Cuma Fokus pada Tampilan
Rumah tahan gempa bukan dibangun secara kebetulan. Mulai dari beton, mortar, batu fondasi, bata, sampai kayu, semuanya perlu dipilih dan digunakan dengan benar.
Di Indonesia yang berada di kawasan rawan gempa, memperhatikan kualitas material bukan sekadar urusan teknis. Ini merupakan bagian penting dari upaya membuat rumah lebih aman bagi penghuninya.
Disadur dari metrotvnews.com
0 Comments