Hadi Tjahjanto selaku Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ngumumin Kota Bogor di Jawa Barat udah jadi kota lengkap, pada hari Rabu (27/9/2023). Pengumuman ini dilaksanakan di Kantor Wali Kota Bogor.

Kota lengkap ini artinya seluruh lahan di wilayah tersebut udah terdaftar di BPN, baik secara spasial maupun yuridis, jadi bisa mempersempit gerak mafia tanah.

Lengkap secara spasial maksudnya semua bidang tanah udah terpetakan, sedangkan kalo secara yuridis artinya data buku tanah dan surat ukur yang di-upload sudah cocok antara dokumen fisik dan elektronik.

Di Kota Bogor sendiri, terdapat 323.381 bidang tanah atau 98,76 persen dari total bidang tanah udah tersertifikasi.

“Bogor sebagai kota lengkap berkat sinergi dan kolaborasi, mulai dari Kepala Desa, Camat, Walikota, dan BPN, termasuk Aparat Penegak Hukum dan didukung oleh TNI,” kata Menteri Hadi dalam sambutannya.

Bogor adalah kota ke-11 yang diumumkan menjadi kota/kabupaten lengkap. Gak cuman itu, Bogor juga menjadi kota/kabupaten pertama di Provinsi Jawa Barat yang diumumin menjadi kota/kabupaten lengkap.

Pada momen yang sama, Bima Arya Sugiarto selaku Wali Kota Bogor bilang, banyak persoalan dan dinamika yang dihadapi dalam proses sertifikasi tanah.

“Kami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi untuk Kementerian ATR/BPN yang terus melakukan inovasi, salah satunya dengan pelayanan pertanahan akhir pekan,” terang Bima Arya.

For your information, saat ini sebanyak 107,1 juta bidang tanah di Indonesia udah terdaftar dan 88 juta bidang tanah sudah punya sertifikat. Rencananya pada tahun 2025, sebanyak 126 juta bidang tanah di Indonesia udah terdaftar melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Disadur dari kompas.com

Leave A Reply