Menurut survei Bank Indonesia (BI), terdapat peningkatan untuk penjualan produk residensial primary untuk periode tahunan. Tercatat bank mengandalkan dana internal untuk pengembangan produknya sedangkan masyarakat juga masih mengandalkan pembiayaan bank (KPR) untuk membeli produk residensial.

Bisnis properti untuk segmen properti primary (produk baru) masih menorehkan kinerja penjualan yang cukup baik terutama untuk segmen residensial. Dengan kata lain, produk properti yang ditawarkan oleh para pengembang/developer masih terserap dengan baik yang berarti kebutuhan pasar bisa diserap dengan daya beli yang baik.

Menurut laporan yang dirilis oleh Bank Indonesia untuk pertumbuhan penjualan produk properti residensial di pasar primer untuk periode triwulan ketiga 2022 masih cukup kuat. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa penjualan produk properti residensial masih tumbuh 13,58 persen secara tahunan (yoy) meskipun angkanya masih lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang sebesar 15,23 persen.

Erwin Hartoyo selaku Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI menyampaikan, peningkatan harga properti residensial di pasar primer hingga periode triwulan ketiga 2022 ini masih akan terus bergulir. Hal tersebut tampak dari Survei Harga Properti Residensial (SHPR) BI terbaru

“Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) yang diterbitkan BI pada triwulan ketiga 2022 tercatat sebesar 1,94 persen (yoy) dan itu lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 1,66 persen. Pada triwulan keempat 2022, harga properti residensial primer diperkirakan akan meningkat lagi sebesar 1,65 persen,” ungkapnya

Dalam survei tersebut juga tampak bahwa sumber pembiayaan utama untuk pembangunan properti residensial adalah pembiayaan non-perbankan. Pada Triwulan ketiga 2022 ini,  total kebutuhan modal pembangunan proyek residensial 73,2 persennya berasal dari dana internal perusahaan.

“Dari sisi konsumen juga pembiayaan untuk membeli properti  residensial masih mengandalkan dari pembiayaan perbankan dengan produk KPR-nya. Porsi konsumen yang membeli dengan KPR pangsanya mencapai 74,53 persen dari total seluruh pembiayaan,” tambahnya.

Disadur dari rumah.com

Leave A Reply