Hadi Tjahjanto selaku Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengungkapkan, hingga saat ini program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sudah berhasil mensertifikatkan sebanyak 102,3 juta bidang tanah.

Hadi menyampaikan hal tersebut ketika sedang berpidato sebelum menandatangani nota kesepahaman dengan Persatuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) dengan Persatuan Islam (Persis) di Jakarta, Selasa (23/5/2023).

“Ingin saya sampaikan bahwa dalam program PTSL ini, kita memiliki target 126 juta sertifikat, 126 juta bidang. Dan, sampai dengan saat ini sudah terealiasi 102,3 juta bidang,” ucap Hadi.

Dengan begitu, tinggal tersisa target 24 juta bidang tanah lagi untuk disertifikatkan melalui program PTSL, tak terkecuali dengan sertifikat rumah ibadah.

Melalui PTSL, lanjut Hadi, seluruh rumah ibadah termasuk masjid dan gereja, bakal dikawal, diawasi, dan dilaksanakan olehnya tanpa terkecuali dan tanpa diskriminasi.

“Rasanya saya juga tidak ikhlas apabila selama saya menjadi Menteri ATR/Kepala BPN, ada tanah-tanah organisasi keagamaan, rumah ibadah, maupun tanah wakaf yang diganggu atau diserobot oleh mafia tanah,” ungkapnya.

Hingga detik ini, pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN telah sah menandatangani nota kesepahaman dengan PGPI dan Persis. 

Hadi mengaku, beberapa waktu lalu Wakil Menteri ATR/Kepala BPN Raja Juli Antoni telah menyampaikan pesan dari PGPI dan Persis secara terpisah pada awal tahun 2023 atas kebutuhan penyertifikatan tanah.

“Baik tanah-tanah gereja maupun tanah-tanah wakaf milik Persis, serta asistensi pencegahan dan penyelesaian masalah terkait aset atau tanah yang diwakafkan,” ujar dia.

Menurut Hadi, pihaknya terus berkomitmen dalam melakukan akselerasi sertifikasi terhadap rumah-rumah ibadah, dan melakukan penandatanganan MoU seperti saat ini.

Hadi juga memastikan, sebelum tahun 2024, semua permasalahan tanah wakaf maupun tempat ibadah seperti masjid, gereja, pura, klenteng akan segera dibereskan.

Disadur dari kompas.com

Leave A Reply