Pak Menteri Jamin Persoalan Tanah Wakaf dan Rumah Ibadah Beres Tahun 2024

Dalam pidato sebelum menandatangani nota kesepahaman dengan Persatuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) dengan Persatuan Islam (Persis) di Jakarta, Selasa (23/5/2023) kemarin. Hadi menyampaikan bahwa pihaknya bakal memastikan untuk segera menyelesaikan persoalan terkait tanah wakaf maupun rumah ibadah sebelum tahun 2024 berakhir. "Saya sampaikan kepada Pak Wamen, sebelum berakhir tahun 2024, seluruh permasalahan-permasalahan tanah wakaf, tanah-tanah tempat ibadah, baik gereja, masjid, klenteng, pura, semuanya kita selesaikan," tegas Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto. Hadi menyebutkan, agar seluruh jajaran Kementerian ATR/BPN menindaklanjuti dari apa yang telah dia sampaikan.  "Sehingga, yakinlah bahwa permasalahan-permasalahan khusus tanah-tanah tempat ibadah, akan… Continue Reading

100 Juta Lebih Bidang Tanah Kini Sudah Punya Sertifikat Berkat PTSL

Hadi Tjahjanto selaku Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mengungkapkan, hingga saat ini program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sudah berhasil mensertifikatkan sebanyak 102,3 juta bidang tanah. Hadi menyampaikan hal tersebut ketika sedang berpidato sebelum menandatangani nota kesepahaman dengan Persatuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) dengan Persatuan Islam (Persis) di Jakarta, Selasa (23/5/2023). "Ingin saya sampaikan bahwa dalam program PTSL ini, kita memiliki target 126 juta sertifikat, 126 juta bidang. Dan, sampai dengan saat ini sudah terealiasi 102,3 juta bidang," ucap Hadi. Dengan begitu, tinggal tersisa target 24 juta bidang tanah lagi untuk disertifikatkan melalui program PTSL, tak… Continue Reading
Peraturan Properti

Pak Menteri Janji Tuntaskan Aset Rumah Ibadah

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto bertekad untuk menyelesaikan persoalan pertanahan dan aset tempat ibadah dengan sertifikasi. Hadi mengungkapkan rasa sedihnya ketika mendengar berita tentang larangan beribadah pada saat Natal tahun 2022. Hal tersebut ditegaskannya ketika menandatangani nota kesepahaman yang berkaitan dengan sertifikasi tanah Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Jakarta, Selasa (24/1/2023). "Saya sangat sedih kemarin Natalan masih ada berita berita mau beribadah kok dilarang. Itu adalah bagian dari kesedihan Bapak Presiden (Joko Widodo)," ujar dia. Nantinya, usai permasalahan pertanahan maupun aset tempat ibadah ini beres, sudah tidak ada lagi umat beragama yang mengalami kesulitan… Continue Reading