Peraturan Properti

Nih, gue jelasin tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) nih, guys. Jadi, BPHTB tuh salah satu macem biaya atau pajak pas lu lagi beli rumah gitu, kan. Nah, jadi jumlah BPHTB itu 5 persen dari harga beli rumah dikurangin sama Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP).

Tapi, menurut Wakil Ketua Umum REI Bambang Eka Jaya, BPHTB 5 persen itu masih kebanyakan dan jelas-jelas memberatkan buat orang yang beli rumah.

“Besaran BPHTB 5 persen itu terlalu tinggi. Memberatkan pembeli rumah,” ujar Bambang ketika dikontak Kompas.com, Senin (11/10/2021).

Oleh karena itu, blio mengusulkan agar BPHTB bisa diturunkan sama seperti Pajak Penghasilan (PPH) yaitu menjadi sebesar 2,5 persen.

Nah pertanyaannya, gimana sih cara hitungnya?

Misalnya, harga rumah lo Rp 750 juta, terus lo kurangin NJOPTKP sebesar Rp 12 juta, trus lo kaliin 5 persen, jadinya dapet Rp 36,9 juta deh, itulah BPHTB yang harus lo bayar. Tapi ini tergantung wilayah juga, lho, besaran NJOPTKP bisa beda-beda.

Tapi menurut info dari djkn.kemenkeu.go.id, berdasarkan UU Nomor 28 tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, paling minim NJOPTKP itu Rp 60 juta buat tiap orang yang wajib bayar pajak.

Tapi, ada pengecualian juga, nih. Kalo lo dapet hak dari waris atau dikasi lewat hibah wasiat dari keluarga dekat, NJOPTKP nya paling gede Rp 300 juta.

Nah, buat ngitung pajak utamanya, lo harus kaliin tarif sama Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) setelah dikurangin Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). Nah, NPOPTKP ini tuh kayak potongan dari NPOP sebelum dihitung pajak.

Terus, biar semuanya legal, proses ganti nama hak atas tanah dan bangunan dibantu sama pejabat yang bisa bikin akta tanah (PPAT) atau notaris.

Ada aturan juga yang harus diperhatiin kalo lo mau dapetin hak itu secara legal, kayak yang diatur di Pasal 91 dan 92 UU Pajak dan Retribusi Daerah:

  1. Setelah lo bayar pajaknya, PPAT/notaris bisa tanda tanganin akta ganti nama hak tanah/bangunan.
  2. Kepala kantor yang urus lelang negara dan yang atur pertanahan juga cuma bisa tanda tanganin risalah lelang setelah lo tunjukin bukti pembayaran pajak.
  3. Akta atau risalah lelang harus dilaporkan ke kepala daerah sebelum tanggal 10 bulan berikutnya. Nah, risalah lelang itu kayak ringkasan risalah lelang yang ditandatangani sama kepala kantor yang ngurus lelang negara.

Disadur dari kompas.com

Leave A Reply