Buat Kamu yang lagi mau ngambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ada baiknya buat ngecek riwayat utangmu. Pasalnya, riwayat utang ini bisa jadi penentu apakah pengajuan KPR-mu bakal di-acc atau tidak.

Dulu kalau mau ngecek riwayat utang—entah itu kredit motor, kartu kredit, atau pinjol—harus lewat BI Checking dari Bank Indonesia. Tapi sekarang udah beda, bro. Layanannya udah pindah ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan namanya juga ganti jadi SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan).

Yang keren, sekarang prosesnya jauh lebih gampang. Nggak perlu ribet datang ke kantor atau antre panjang, cukup buka situs idebku.ojk.go.id, dan kamu udah bisa cek sendiri riwayat kreditmu langsung dari HP atau laptop, cuma butuh beberapa menit doang.

Dari BI Checking ke SLIK

SLIK ini ibarat “rekam medis keuangan” kamu. Semua pinjaman yang pernah kamu ambil tercatat di situ—mulai dari kredit kendaraan, modal usaha, investasi, sampai KPR. Tagihan kartu kredit pun masuk juga.

Dulu, BI Checking punya lima kategori: lancar, dalam perhatian khusus (DPK), nggak lancar, diragukan, dan macet. Kalau statusnya “macet”, artinya kamu udah gagal bayar lebih dari 180 hari dan otomatis masuk blacklist. Nah, lewat SLIK, kamu bisa tahu status kreditmu secara transparan—masih aman atau udah mulai bahaya dan perlu dibenerin.

Cara Cek SLIK Online

Langkah-langkahnya simpel banget, tapi tetap harus teliti ya:

  1. Buka situs resmi OJK
    Masuk ke idebku.ojk.go.id. Di halaman awal bakal muncul dua opsi: Pendaftaran dan Status Layanan. Pilih Pendaftaran buat mulai dari awal.
  2. Isi data dasar
    Isi data kayak jenis debitur, kewarganegaraan, jenis & nomor identitas, lalu verifikasi captcha. Kadang kalau kuotanya penuh, sistem bakal nyuruh kamu coba lagi nanti.
  3. Lengkapi data diri
    Isi nama lengkap, tempat & tanggal lahir, alamat, email aktif, dan nomor HP. Pastikan semuanya bener, karena hasil laporan bakal dikirim ke email itu.
  4. Unggah dokumen
    Upload foto identitas (KTP/paspor), foto diri sambil pegang identitas, dan foto diri sesuai panduan. Ukuran maksimal tiap foto 4 MB ya, kalau lebih, bakal ditolak sistem.
  5. Ajukan permohonan
    Cek lagi datanya, terus klik Ajukan Permohonan. Kalau udah berhasil, bakal muncul notifikasi “Pendaftaran Berhasil” plus kode pendaftaran. Simpen kodenya buat ngecek status.

Buat liat progresnya, balik lagi ke halaman utama dan pilih Status Layanan, terus masukin kode pendaftarannya. Biasanya OJK bakal kirim hasil laporan kredit (iDeb) lewat email maksimal satu hari kerja setelah pendaftaran.

Langkah Kecil, Dampak Besar

Dengan adanya layanan ini, kamu bisa pantau kesehatan finansial sendiri tanpa repot ke kantor OJK. Tinggal beberapa klik, kamu udah tahu seberapa bagus track record keuanganmu—penting banget buat yang mau ngajuin pinjaman baru.

Digitalisasi layanan kayak SLIK ini bukan cuma soal praktis, tapi juga soal transparansi dan kepercayaan. Karena di dunia finansial, reputasi itu harga mati.

Disadur dari cnbcindonesia.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× #WAAjaDulu