Punya rumah di kawasan elite Jakarta memang jadi impian banyak orang. Tapi, jangan kaget kalau harga tanah di daerah seperti Menteng, Senopati, Pondok Indah, hingga kawasan bisnis Sudirman dan SCBD sekarang sudah melambung tinggi.

Salah satu patokan yang sering dipakai untuk melihat nilai sebuah tanah adalah Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Meski bukan harga jual sebenarnya, NJOP sering dijadikan acuan awal oleh pemilik maupun pengembang saat menentukan harga tanah.

NJOP Jadi Patokan Harga

Associate Director Leads Property, Martin Samuel Hutapea, menjelaskan bahwa NJOP di kawasan pusat bisnis Jakarta sudah berada di level yang sangat tinggi.

Di kawasan Central Business District (CBD), Sudirman, dan SCBD misalnya, NJOP sudah menembus Rp150 juta per meter persegi. Namun, harga transaksi di lapangan sering kali lebih mahal karena dipengaruhi lokasi, permintaan pasar, hingga strategi pemilik tanah.

Banyak developer menjadikan NJOP sebagai titik awal sebelum menaikkan harga sekitar 20-30 persen. Bahkan di beberapa titik SCBD, harga pasar bisa mencapai 1,5 kali lipat dari NJOP. Artinya, kalau NJOP sudah Rp150 juta per meter persegi, harga jualnya bisa menyentuh sekitar Rp225 juta per meter persegi.

Harga Tinggi Belum Tentu Menguntungkan

Meski nilai tanah terus naik, bukan berarti semuanya selalu menguntungkan.

Menurut Martin, kenaikan harga lahan yang terlalu tinggi justru bisa menjadi tantangan bagi investor maupun pengembang. Pasalnya, harga tanah belum tentu sebanding dengan pendapatan yang dihasilkan dari gedung perkantoran, hotel, atau properti komersial yang dibangun di atasnya.

Bahkan, ada kondisi tertentu ketika pemilik akhirnya menjual tanah di bawah NJOP karena harga yang terlalu tinggi membuat pembeli sulit didapat.

Menteng Masih Jadi Primadona

Kalau bicara kawasan hunian premium, Menteng masih menjadi salah satu wilayah dengan harga tanah paling mahal di Jakarta.

Nilai lahannya kini berada di kisaran Rp100 juta per meter persegi. Sementara NJOP di beberapa lokasi sudah mencapai sekitar Rp70 juta per meter persegi. Harga transaksi bisa lebih tinggi lagi, tergantung posisi dan kondisi lahannya.

Status Menteng sebagai kawasan elite sejak puluhan tahun lalu membuat permintaan tetap tinggi meski harganya terus meroket.

Senopati dan Pondok Indah Ikut Melambung

Selain Menteng, Senopati juga mengalami lonjakan harga yang cukup drastis. Kawasan yang kini dikenal sebagai pusat kuliner, hiburan, dan bisnis itu memiliki harga tanah komersial sekitar Rp130 juta hingga Rp150 juta per meter persegi.

Untuk lahan rumah tinggal, harganya berkisar Rp90 juta sampai Rp100 juta per meter persegi.

Sementara itu, Pondok Indah masih menjadi salah satu kawasan favorit dengan harga tanah sekitar Rp60 juta hingga Rp70 juta per meter persegi.

Meski demikian, harga tanah di kawasan elite Jakarta tetap sangat bergantung pada lokasi, kebutuhan penjual, dan minat pembeli. Ada yang rela melepas tanah di bawah NJOP karena butuh dana cepat, tetapi tidak sedikit pula yang mematok harga jauh di atas NJOP karena yakin lahannya memiliki nilai yang terus meningkat.

Disadur dari cnbcindonesia.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× #WAAjaDulu