Candi Prambanan bukan sekadar bangunan kuno yang punya bentuk menjulang dan bikin takjub. Kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia ini juga menyimpan filosofi mendalam tentang keseimbangan kehidupan. Dibangun pada abad ke-9, Prambanan menjadi salah satu mahakarya arsitektur Nusantara yang telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Salah satu konsep penting yang terlihat dalam tata ruangnya adalah Trimurti, yaitu tiga dewa utama dalam ajaran Hindu: Brahma sebagai pencipta, Wisnu sebagai pemelihara, dan Siwa sebagai pelebur atau pemusnah.

Ketiga sosok tersebut diwujudkan lewat tiga candi utama yang berdiri di pusat kompleks. Penataan ini menggambarkan siklus kehidupan sekaligus keseimbangan alam semesta.

Tiga Dewa, Tiga Peran

Dalam konsep Trimurti, Brahma bertugas menciptakan kehidupan, Wisnu menjaga keberlangsungan dunia, sedangkan Siwa berperan melebur kehidupan lama agar tercipta siklus yang baru.

Filosofi tersebut bukan cuma teori, tetapi benar-benar diterapkan dalam desain kompleks Prambanan. Tiga candi utama menjadi simbol hubungan antara penciptaan, pemeliharaan, dan peleburan.

Namun, ada satu dewa yang mendapat posisi lebih istimewa, yaitu Siwa. Hal tersebut terlihat dari ukuran Candi Siwa yang paling besar sekaligus paling tinggi dibandingkan bangunan utama lainnya.

Prambanan Ternyata Bernama Siwagrha

Nama Prambanan ternyata bukan nama asli kompleks ini. Berdasarkan Prasasti Siwagrha yang bertarikh 778 Saka atau 856 Masehi, kompleks tersebut awalnya bernama Siwagrha, yang berarti “Rumah Siwa”. Nama lainnya adalah Siwalaya, yang berarti “Alam Siwa”.

Nama tersebut memperkuat dugaan bahwa sejak awal kompleks ini memang dibangun sebagai tempat pemuliaan Dewa Siwa.

Di ruang utama atau garbagriha Candi Siwa terdapat arca Siwa Mahadewa setinggi sekitar tiga meter. Candi Siwa sendiri memiliki tinggi sekitar 47 meter dan menjadi bangunan paling mencolok di seluruh kompleks.

Dibangun Sejak Era Kerajaan Medang

Pembangunan Prambanan diperkirakan dimulai sekitar 850 Masehi pada masa pemerintahan Rakai Pikatan dari Kerajaan Medang Mataram. Pembangunannya kemudian dilanjutkan dan diperluas pada masa pemerintahan Balitung Maha Sambu.

Dari proses panjang tersebut, lahirlah kompleks candi yang menjadi salah satu peninggalan Hindu terbesar di Nusantara.

Berdiri di Dua Provinsi

Kompleks Prambanan berada di kawasan perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Candi utamanya secara administratif berada di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY. Sementara pintu masuk kawasan wisata berada di Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Arsitekturnya khas bangunan Hindu: tinggi, ramping, dan menjulang ke langit. Candi Siwa berdiri megah di tengah, dikelilingi candi-candi lain yang lebih kecil.

Tak heran, perpaduan antara kemegahan bangunan, sejarah, dan filosofi Trimurti membuat Prambanan tetap menjadi salah satu destinasi wisata budaya paling ikonik di Indonesia.

Disadur dari kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× #WAAjaDulu