Beli Properti

Seorang pengamat properti sekaligus ahli properti nasional bernama Panangian Simanungkalit menilai, selama ini pemerintah belum ngasih perhatian yang serius buat pembangunan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Hal ini bisa dilihat dari masih banyaknya MBR yang belum punya atau belum menempati tempat tinggal yang layak huni dan berkualitas

Presiden Joko Widodo pernah bilang dalam acara Musyawarah Nasional (MUNAS) Real Estat Indonesia (REI) 2023, angka backlog (kekurangan) perumahan di Tanah Air sudah tembus 12,7 juta unit.

Padahal, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selalu mengaku kalo sudah bikin 1 juta rumah setiap tahun.

“Artinya, sektor perumahan berjalan di tempat, bahkan berjalan mundur. Permasalahan  backlog saat ini masih belum teratasi, bahkan jumlahnya semakin meningkat,” kata Panangian dilansir dari rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (5/10/2023).

Karena itulah, Panangian mempertanyakan apa yang bikin angka backlog di Indonesia tetap tak berkurang sejak tahun 2014 hingga kini.

“Kalau klaim Kementerian PUPR benar, harusnya sekarang sudah berkurang 9 juta sejak 2014. Tapi nyatanya seperti lagu aku masih seperti yang dulu,” imbuh dia.

Ditambah lagi kata Panangian, pemerintah sudah program yang cukup bagus, yaitu target zero backlog pada tahun 2045 nanti.

Panganian menilai, program ini sangat mulia, tapi juga tetap butuh kebijakan atau program yang lain dari biasanya.

“Strateginya harus matang. Jika tidak, program ini hanya akan jadi mimpi belaka,” pungkas Panangian.

Disadur dari kompas.com

Leave A Reply