Banyak orang mengira gaji besar sudah cukup untuk mendapatkan persetujuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Padahal, kenyataannya nggak sesederhana itu. Meski penghasilan tinggi, pengajuan KPR tetap bisa ditolak kalau riwayat kredit kamu bermasalah di SLIK OJK.

Buat bank, kemampuan bayar memang penting, tapi kebiasaan membayar utang tepat waktu juga jadi penilaian utama.

Apa Itu SLIK OJK?

SLIK atau Sistem Layanan Informasi Keuangan adalah sistem milik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencatat riwayat kredit setiap nasabah. Sistem ini menggantikan BI Checking sejak 2018.

Lewat SLIK, bank bisa melihat apakah seseorang rajin membayar cicilan atau justru sering menunggak. Data yang tercatat bukan cuma KPR, tapi juga kartu kredit, kredit kendaraan, pinjaman multiguna, hingga pinjaman online yang terdaftar resmi.

Kalau ada riwayat telat bayar atau kredit macet, peluang pengajuan KPR bisa langsung mengecil meski gaji kamu tergolong besar.

Kenali Arti Skor SLIK

SLIK punya lima kategori penilaian yang dipakai bank untuk mengukur risiko calon debitur.

  • Skor 1: Cicilan selalu lancar, peluang KPR paling besar.
  • Skor 2: Pernah telat bayar 1-90 hari, masih perlu perhatian.
  • Skor 3: Tunggakan 91-120 hari.
  • Skor 4: Tunggakan 121-180 hari.
  • Skor 5: Kredit macet atau tunggakan lebih dari 180 hari.

Semakin tinggi angkanya, semakin besar risiko menurut bank. Makanya, menjaga skor tetap di level 1 jadi langkah penting sebelum mengajukan KPR.

Data Apa Saja yang Tercatat?

SLIK menyimpan cukup banyak informasi, mulai dari identitas debitur, daftar pinjaman yang pernah dimiliki, plafon kredit, status pembayaran cicilan, agunan, hingga data penjamin. Semua informasi ini dikumpulkan dari bank dan lembaga keuangan yang terdaftar, sehingga riwayat kredit kamu bisa terlihat secara menyeluruh.

Cara Cek SLIK Gratis

Kabar baiknya, kamu bisa mengecek SLIK sendiri tanpa biaya. Caranya cukup mengajukan permohonan lewat layanan resmi OJK dengan mengisi formulir, mengunggah dokumen identitas, lalu mengikuti proses verifikasi. Setelah selesai, hasil iDeb SLIK akan dikirim melalui email.

Pengecekan ini sebaiknya dilakukan sebelum mengajukan KPR. Kalau ternyata masih ada tunggakan atau data yang belum diperbarui, kamu bisa menyelesaikannya lebih dulu sehingga peluang persetujuan kredit jadi lebih besar.

Pada akhirnya, bank nggak cuma melihat besarnya gaji, tapi juga rekam jejak finansial kamu. Jadi, kalau punya rencana beli rumah dalam waktu dekat, jangan cuma fokus menyiapkan uang muka. Pastikan juga riwayat kredit tetap bersih agar proses pengajuan KPR berjalan lebih lancar.

Disadur dari kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× #WAAjaDulu