Punya rumah itu bukan cuma soal beli atau bangun, tapi juga soal jaga kondisinya biar tetap aman dan nyaman. Kuncinya: cek dan rawat rutin. Kerusakan kecil yang dicuekin bisa merembet ke mana-mana dan ujung-ujungnya bikin biaya perbaikan bengkak. Menurut pakar dari Asuransi Hippo, Courtney Klosterman, masalah air dan kelembapan sekecil apa pun bisa jadi kerusakan serius kalau dibiarkan terus.
1. Atap dan Genteng
Atap itu tameng utama rumah dari hujan dan panas. Genteng yang retak, geser, atau hilang bisa jadi pintu masuk air. Jangan lupa cek sambungan atap, area sekitar ventilasi, dan pipa yang tembus atap, karena di situ air gampang merembes ke plafon atau dinding. Idealnya dicek habis cuaca ekstrem atau pas ada tanda bocor. Kalau rusak, langsung benerin sebelum merambat ke rangka atap dan interior.
2. Talang dan Saluran Air
Talang tugasnya ngalirin air hujan dari atap ke saluran pembuangan. Kalau mampet daun atau kotoran, air bakal meluap dan bikin dinding serta area sekitar fondasi basah. Cek juga apakah talang bocor, geser, atau sambungannya rusak. Pastikan air dibuang menjauh dari fondasi, dan bersihkan talang secara berkala.
3. Pipa dan Saluran Air
Bocor pipa sering nggak kelihatan langsung. Tandanya bisa berupa bercak air di dinding atau plafon, bau lembap, jamur, sampai tekanan air yang menurun. Perhatikan juga karat dan lonjakan pemakaian air yang nggak jelas sebabnya. Klosterman menyarankan pasang sensor air di area rawan bocor. Mulai ngecek dari bawah wastafel, kamar mandi, sambungan pipa, dan sekitar pemanas air.
4. Plafon dan Dinding
Plafon dan dinding sering jadi alarm pertama kalau ada masalah di bagian lain. Bercak kecokelatan, cat menggelembung, mengelupas, atau berjamur biasanya tanda rembesan atau lembap berlebih. Tapi ingat, cari dulu penyebabnya. Bercak di plafon bisa jadi gara-gara atap atau pipa di atasnya bocor. Kalau cuma ditutup cat tanpa beresin sumbernya, masalahnya bakal muncul lagi.
5. Instalasi Listrik
Kabel, stopkontak, dan panel listrik yang bermasalah bisa bahaya banget. Waspadai MCB yang sering turun, stopkontak yang terasa panas, lampu kedip-kedip tanpa alasan, atau bau gosong. Kalau ada tanda-tanda itu, berhenti pakai dan panggil teknisi listrik profesional. Urusan listrik jangan dikerjain sendiri karena melibatkan tegangan tinggi. Rumah tua sebaiknya diperiksa ahli. Hindari juga nyolokin banyak alat berdaya besar di satu jalur.
6. Fondasi dan Struktur Bangunan
Ini bagian yang nopang seluruh rumah, jadi perubahan sekecil apa pun jangan disepelein. Perhatikan retakan baru di dinding, lantai yang berubah bentuk, atau pintu dan jendela yang tiba-tiba susah dibuka-tutup. Nggak semua retakan berarti struktur rusak parah, tapi kalau retaknya makin lebar, makin panjang, muncul lagi, atau disertai perubahan bentuk bangunan, panggil tenaga ahli buat cari penyebabnya.
7. Pintu, Jendela, dan Sambungannya
Pintu dan jendela juga melindungi rumah dari hujan dan udara luar. Cek celah di kusen, sealant yang mengelupas, atau karet penutup yang sudah rusak, karena celah itu bisa jadi jalur masuk air hujan dan bikin dinding atau lantai lembap. Solusinya simpel, misalnya ganti karet penutup atau perbarui sealant. Pastikan juga pintu dan jendela masih lancar dibuka dan ditutup, terutama setelah musim hujan.
Intinya
Rajin ngecek ketujuh bagian ini bikin masalah ketahuan lebih awal, jadi kamu bisa nanganin dengan tepat sebelum kerusakannya makin parah dan ongkos perbaikannya membengkak.
Disadur dari Kompas.com
0 Comments