Penyaluran rumah subsidi lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terus jalan. Hingga September 2026, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat sekitar 153.161 unit rumah sudah tersalurkan dengan total pembiayaan mencapai Rp 19,1 triliun.
Angka ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap hunian terjangkau masih cukup tinggi. Apalagi, KPR subsidi menawarkan sejumlah kemudahan yang bikin cicilan rumah terasa lebih ringan.
DP Cuma 1 Persen
Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma mengatakan, salah satu daya tarik KPR subsidi adalah uang muka yang hanya 1 persen.
Bukan cuma itu, suku bunganya juga tetap 5 persen sampai cicilan lunas. Jadi, debitur tidak perlu khawatir bunga tiba-tiba berubah di tengah jalan.
Tenornya pun bisa mencapai 40 tahun. Dengan skema tersebut, masyarakat bahkan bisa mencicil mulai sekitar Rp 700.000 per bulan, tergantung ketentuan pembiayaan dan harga rumah yang dibeli.
Ada pula dukungan lain, seperti bantuan uang muka sebesar Rp 4 juta, pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), serta dukungan premi asuransi dari perbankan.
Nggak Cuma Rumah Tapak
Program FLPP juga nggak hanya menyasar rumah tapak. BP Tapera mengembangkan KPR untuk rumah susun subsidi, terutama buat masyarakat yang ingin tinggal lebih dekat dengan tempat kerja di kawasan perkotaan.
Skema ini menjadi salah satu opsi ketika harga rumah di sekitar pusat kota makin sulit dijangkau, sementara kebutuhan tempat tinggal dekat lokasi kerja terus meningkat.
Kawasan Industri Butuh Hunian Pekerja
BP Tapera juga mulai mendorong pengelola kawasan industri agar ikut memikirkan kebutuhan hunian para pekerjanya.
Logikanya sederhana: semakin berkembang sebuah kawasan industri, semakin banyak tenaga kerja yang dibutuhkan. Artinya, kebutuhan rumah layak bagi pekerja juga ikut naik.
Menurut BP Tapera, rumah merupakan salah satu bentuk kesejahteraan yang penting bagi pekerja. Karena itu, penyediaan hunian seharusnya ikut dirancang bersamaan dengan pengembangan kawasan industri.
Buka Kolaborasi dengan Pengembang
Dalam Program 3 Juta Rumah, penerima KPR subsidi banyak berasal dari kalangan buruh yang bekerja di kawasan industri. Karena itu, BP Tapera membuka peluang kerja sama dengan pengelola kawasan industri, investor, dan pengembang.
Tujuannya, pembangunan kawasan industri tidak berhenti pada pabrik dan infrastruktur saja, tetapi juga dilengkapi ekosistem hunian yang memadai.
Saat ini, BP Tapera bekerja sama dengan 43 mitra perbankan untuk menyalurkan KPR subsidi. Dengan kolaborasi tersebut, kebutuhan rumah pekerja diharapkan bisa dirancang lebih terintegrasi dengan perkembangan kawasan ekonomi dan industri.
Disadur dari kompas.com
0 Comments