Rumah mungil bisa terasa makin sumpek kalau penataan furnitur, penyimpanan barang, dan pencahayaannya nggak direncanain dengan baik. Tapi tenang, luas terbatas bukan berarti nggak bisa nyaman. Menurut sejumlah desainer interior, kesan lega itu nggak cuma soal ukuran fisik, tapi juga cara kamu nata elemen interiornya.
1. Pilih Furnitur Sesuai Ukuran Ruangan
Desainer Jennifer Jones dari Niche Interiors di San Francisco bilang, nata furnitur secara selektif dan pakai perabot seperlunya adalah cara paling gampang bikin kamar kecil langsung kerasa luas. Perhatiin juga skalanya, jangan sampai ada perabot yang kelihatan kegedean dibanding ruangannya. Tapi jangan juga beli banyak furnitur kecil, karena malah bikin berantakan. Pilih sesuai kebutuhan utama penghuni, dan pastiin masih ada jalur buat jalan tanpa harus zig-zag ngehindarin barang.
2. Pakai Warna yang Selaras
Warna terang dan palet yang senada bikin tampilan ruangan lebih menyatu, jadi batas antarelemen nggak terlalu mencolok. Desainer Natasha Willauer nyaranin pakai warna yang sama buat dinding dan plafon, apalagi kalau langit-langitnya miring atau tingginya nggak seragam. Nggak harus serba putih kok, warna netral atau warna lain yang serasi juga oke sesuai karakter interior yang kamu mau.
3. Maksimalin Cahaya Alami
Ruangan minim cahaya dan banyak sudut gelap bakal kerasa lebih sempit. Manfaatin sinar matahari lewat jendela. Desainer Julia Kendell bahkan bilang ruangan kecil yang terang bisa lebih nyaman daripada ruangan gede yang suram. Pakai tirai tipis biar cahaya tetap masuk tapi privasi aman, dan jangan taruh furnitur yang nutupin jendela.
4. Pasang Cermin
Cermin mantulin cahaya dan ngasih kesan kedalaman, jadi ruangan nggak terasa tertutup. Julien Legeard dari Legeard Studio di New York nyebut cermin itu bukan sekadar dekorasi, tapi alat buat membentuk ruang. Cocok dipasang di kamar tidur atau area simpan baju, misalnya di dinding atau pintu lemari. Cuma, atur penempatannya biar pantulannya nggak bikin ruangan makin ramai.
5. Pakai Penyimpanan Terintegrasi
Barang numpuk di lantai, meja, atau pojokan bikin rumah keliatan penuh. Solusinya, pakai penyimpanan yang nyatu sama desain interior, seperti lemari tanam, rak tinggi, bangku dengan ruang simpan tersembunyi, atau kabinet built-in. Selain bikin rapi, ini juga ngurangin kebutuhan furnitur tambahan. Rak dinding atau lemari yang tinggi sampai dekat plafon juga bisa jadi pilihan, asal nggak ganggu sirkulasi dan tetap gampang dipakai.
6. Manfaatin Area Vertikal
Selain luas lantai, tinggi ruangan juga bisa dimainin. Elemen yang bikin mata melihat ke atas bakal bikin ruangan terasa lebih tinggi. Kendell nyaranin rel tirai yang dipasang dekat plafon, pintu yang tinggi, atau panel vertikal. Desainer Fatima Silva nambahin, tirai yang menjuntai dari dekat plafon sampai lantai bisa nonjolin garis vertikal dan bikin plafon kelihatan lebih tinggi. Tetap sesuaikan sama proporsi ruangan biar fungsi dan kenyamanan nggak keganggu.
7. Atur Pencahayaan dari Beberapa Sumber
Satu lampu di tengah plafon belum tentu cukup nerangin semua sudut. Area gelap bikin interior kurang nyaman, apalagi di rumah dengan jendela terbatas. Kendell nyaranin kombinasi beberapa jenis cahaya: pencahayaan umum buat nerangin ruangan, pencahayaan tugas buat aktivitas tertentu seperti lampu baca atau lampu bawah kabinet dapur, dan pencahayaan aksen buat nyorot karya seni atau bagian interior tertentu. Sesuaikan penempatannya dengan aktivitas dan kebutuhan tiap ruang.
Intinya
Rumah sempit nggak harus terasa sesak. Dengan furnitur yang pas, warna senada, cahaya melimpah, cermin, penyimpanan pintar, dan lampu yang tertata, ruangan kecil bisa kerasa jauh lebih lega dan nyaman.
Disadur dari Kompas.com
0 Comments