Musim kemarau datang, rumah malah terasa kayak sauna? Bisa jadi masalahnya bukan cuma karena cuaca, tapi juga jenis atap yang dipakai.

Atap menjadi bagian rumah yang paling sering kena paparan sinar matahari. Kalau materialnya gampang menyerap panas, hawa panas bisa ikut masuk dan bikin ruangan terasa gerah. Atap berbahan asbes dan seng, misalnya, dikenal lebih mudah meneruskan panas ke dalam rumah.

Kalau sudah begitu, mungkin sudah waktunya mempertimbangkan material atap yang lebih mampu meredam panas. Berikut beberapa pilihannya.

1. Genteng Keramik

Genteng keramik bisa jadi pilihan buat rumah yang ingin tetap adem. Material ini mampu membantu menahan panas sehingga suhu di dalam rumah terasa lebih nyaman.

Sekarang genteng keramik juga sudah banyak yang dilengkapi lapisan glazur mengilap. Lapisan tersebut membuat permukaan atap lebih mampu menangkal paparan sinar matahari.

Saat memasangnya, jangan asal. Kemiringan atap sekitar 30 derajat perlu diperhatikan supaya air hujan bisa mengalir dengan baik dan genteng tidak mudah bergeser.

2. Genteng Tanah Liat

Kalau yang satu ini sih sudah jadi langganan rumah di Indonesia. Genteng tanah liat dikenal mampu meredam panas sekaligus punya daya tahan yang cukup baik.

Materialnya memang relatif berat. Karena itu, konstruksi dan rangka atap harus dibuat cukup kuat agar mampu menopang beban genteng dalam jangka panjang.

3. Atap Sirap Kayu

Mau tampilan rumah yang lebih natural? Atap sirap kayu bisa jadi pilihan. Atap ini dibuat dari bilahan kayu yang disusun dan ditumpuk secara rapi.

Selain memberikan tampilan yang khas, material kayu juga punya kemampuan alami dalam membantu menahan panas. Nggak heran kalau atap sirap masih banyak ditemukan pada rumah tradisional, gazebo, atau bangunan dengan konsep alami.

Bentuk kepingan kayunya yang khas juga bisa bikin tampilan rumah terlihat lebih unik.

4. Atap Dak Beton

Dak beton cocok buat rumah yang mengusung konsep atap datar. Selain membantu meredam panas, jenis atap ini juga multifungsi.

Bagian atasnya bisa dimanfaatkan sebagai rooftop, tempat menjemur pakaian, area bersantai, bahkan lokasi pemasangan panel surya. Kalau suatu hari ingin menambah lantai, dak beton juga lebih mudah dikembangkan dibanding beberapa jenis atap lainnya.

Tapi ada catatannya. Karena permukaannya datar, dak beton harus punya sistem drainase yang baik supaya air hujan nggak menggenang. Sampah dan kotoran yang menumpuk juga perlu rutin dibersihkan.

Jadi, kalau rumah terasa makin panas saat kemarau, coba cek lagi bagian atasnya. Memilih material atap yang tepat bisa membantu membuat hunian terasa lebih nyaman tanpa harus terus-terusan bergantung pada pendingin ruangan.

Disadur dari detik.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *