Harga tanah di sekitar jalur MRT Jakarta East-West Line diprediksi naik 30-40 persen. Wakil Ketua Umum REI Bambang Ekajaya bilang, kondisi ini jadi salah satu tantangan buat pengembang yang mau investasi di proyek yang ngelewatin tiga provinsi tersebut. Kata Bambang ke Kompas.com, Rabu (7/10/2026), harga tanah di area MRT sekarang aja udah naik 30-40 persen dibanding sebelum ada rencana pengembangan.
Investor Kalah Cepat Sama Spekulan
Menurut Bambang, investor butuh waktu buat ngelakuin kajian dan ngitung kelayakan proyek sebelum beli lahan. Sementara itu, spekulan bisa gerak jauh lebih cepat buat nangkep potensi kenaikan harga. Alhasil, developer kadang belum sempat investasi, tapi harga dasar tanahnya udah naik duluan. Investor sering kalah sama spekulator.
Bakal Jadi CBD Baru
Bambang jelasin, keberadaan MRT bikin warga yang tinggal di pinggiran punya kepastian waktu tempuh ke tempat kerja atau usaha, sekitar 15-30 menit. Karena itu, kawasan di sekitar stasiun berpotensi tumbuh jadi pusat kegiatan ekonomi baru, semacam CBD skala kecil.
Selain hunian, sektor ritel juga diprediksi ikut berkembang. Tapi pusat belanjanya bakal beda sama mal skala kota yang udah ada. Fokusnya ke kebutuhan sehari-hari, kayak supermarket, minimarket, restoran, dan tempat makan. Kawasan ini juga berpotensi jadi lokasi tumbuhnya perkantoran dengan konsep lebih fleksibel, misalnya co-working space.
Proyeknya Segera Dibangun
PT MRT Jakarta lagi nyiapin pembangunan MRT East-West Line atau Lintas Timur-Barat buat memperluas transportasi massal di Jakarta. Direktur Konstruksi Weni Maulina bilang, tahap awal bakal dikerjain di ruas Tomang-Medan Satria. Panjang ruasnya sekitar 24,5 kilometer dan bakal nyambung sampai Depo Rorotan dengan tambahan lintasan sekitar 5,7 kilometer.
Jalurnya pakai dua jenis konstruksi. Jalur layang bakal ngelewatin Tomang, Grogol, Cempaka Baru, Sumur Batu, Pakulonan Barat, Pulo Gadung, Penggilingan, Cakung Barat, Pulo Gebang, Ujung Menteng, sampai Medan Satria. Sementara jalur bawah tanah lewat Roxy, Petojo, Cideng, Thamrin, Kebon Sirih, Kwitang, Senen, dan Galur.
Progres Terkini
Saat ini MRT Jakarta masih ngerjain persiapan pembangunan, salah satunya lewat paket CP100 yang mencakup pekerjaan persiapan di sejumlah titik sepanjang jalur fase pertama. Lelangnya udah dimulai.
Target Selesai
Pembangunan Lintas Timur-Barat diharapkan melengkapi layanan MRT Lintas Utara-Selatan yang udah beroperasi. Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembangunannya jalan bareng penyelesaian MRT Fase 2A sekitar 2029, biar layanan transportasi massal di Jakarta makin luas dan terintegrasi.
Disadur dari Kompas.com
0 Comments