Sektor properti bukan cuma soal jual-beli rumah atau pembangunan gedung. Di baliknya ada rantai bisnis yang panjang dan melibatkan banyak sektor. Karena itu, properti dinilai punya peran penting dalam mendorong ekonomi Indonesia menuju target pertumbuhan 8 persen.

Berdasarkan kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI, ekosistem properti menyumbang sekitar 14,67 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2025, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Enggak cuma soal angka. Sektor ini juga disebut menyerap sekitar 12,62 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia.

Properti Gerakkan Banyak Industri

Besarnya dampak sektor properti dibahas dalam pameran buku Industri Properti untuk Indonesia 8 Persen yang digelar di Kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Jakarta.

Ketika pembangunan rumah berjalan, yang ikut sibuk bukan cuma pengembang dan pekerja konstruksi. Industri semen, besi, keramik, perdagangan, jasa keuangan, sampai transportasi juga ikut kecipratan dampaknya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menilai efek pengganda atau multiplier effect ini perlu terus diperkuat agar dampaknya terhadap ekonomi makin besar.

Rantai Pasok Lokal Perlu Diperkuat

Menurut Amalia, salah satu kuncinya adalah memperkuat rantai pasok dalam negeri. Semakin banyak kebutuhan pembangunan dipenuhi industri lokal, semakin luas pula manfaat ekonominya yang dirasakan masyarakat.

BPS juga mendorong penyusunan neraca satelit perumahan. Data ini diharapkan bisa memberikan gambaran lebih lengkap mengenai kontribusi sektor perumahan dan menjadi dasar penyusunan kebijakan yang berbasis data.

Enggak Bisa Cuma Mengandalkan APBN

Di sisi lain, pemerintah menyadari kebutuhan pembiayaan perumahan sangat besar. Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan APBN untuk mengejar target penyediaan rumah yang layak dan terjangkau.

Pagu anggaran Kementerian PKP tahun depan disebut sekitar Rp11 triliun. Namun, pemerintah menargetkan berbagai skema dalam ekosistem perumahan bisa menggerakkan pembiayaan hingga Rp184 triliun.

Artinya, kolaborasi antara pemerintah, industri, lembaga keuangan, dan berbagai pihak menjadi penting.

Properti Bukan Cuma Urusan Rumah

Dengan kontribusi terhadap PDB dan penyerapan jutaan tenaga kerja, sektor properti punya efek berantai yang cukup luas. Tantangannya sekarang adalah bagaimana efek tersebut bisa dimaksimalkan, terutama dengan memperkuat industri dalam negeri dan menciptakan pembiayaan perumahan yang lebih kolaboratif.

Kalau ekosistemnya bergerak bareng, pembangunan rumah bukan cuma menghasilkan bangunan, tetapi juga bisa ikut menggerakkan roda ekonomi dari hulu sampai hilir.

Disadur dari kompas.com


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *